16 - KhutbahUpdate

Khutbah Jum’at Nabi SAW. Pertama di Madinah

4
×

Khutbah Jum’at Nabi SAW. Pertama di Madinah

Sebarkan artikel ini

lBNU JARIR (2/115) meriwayatkan beserta sanadnya dari Sa’id bin Abdurrahman Al-Jumahi bahwa telah sampai kepadanya riwayat tentang khutbah Jum’at yang
disampaikan oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam dalam kesempatan Shalat Jum’at yang pertama kali beliau selenggarakan di kota Madinah di kawasan
pemukiman Bani Salim bin ‘Auf:

“Segala puji bagi Alah. Aku memuji-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya.

Aku mohon ampunan dan hidayah kepada-Nya. Aku beriman kepada-Nya dan tidak kufur terhadap-Nya.

Aku senantiasa memusuhi orang yang kufur terhadapNya. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan selain Allah semata-mata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Allah telah mengutusnya dengan membawa petunjuk, cahaya, dan nasihat, pada masa ketika pengiriman para rasul sedang terputus, ilmu agama amat sedikit, kesesatan merebak di kalangan manusia, zaman akan berakhir, hari kiamat sudah dekat, umur dunia sudah hampir habis.

Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sungguh ia berada di jalan kebenaran, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh ia telah keliru, lalai, dan ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Aku berpesan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya nasihat terbaik seorang muslim kepada muslim lainnya adalah dengan mendorongnya kepada amal-amal akhirat, dan menyuruhnya agar bertakwa kepada Allah.

Maka jagalah diri kalian dari perkara yang telah diperingatkan oleh Allah kepada kalian dengan siksa-Nya.

Tidak ada nasihat yang lebih utama daripada nasihat takwa, dan tidak ada kemasyhuran yang lebih utama daripada dikenal sebagai orang yang bertakwa.

Bagi orang yang bertakwa dengan rasa takut kepada Tuhannya, takwanya itu merupakan pertolongan terbaik dalam mencari kebahagiaan hidup di akhirat.

Barangsiapa menjaga urusan antara ia dan Allah, baik dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan, dan ia tidak berniat dengan hal itu kecuali mengharapkan ridha Allah, maka hal itu akan membuatnya dikenang sewaktu di dunia dan akan menjadi simpanan kebaikan baginya sesudah mati, ketika seseorang memerlukan amal yang telah ia perbuat.

Sedangkan siapa pun yang berbuat selain takwa, maka ia ingin kalau sekiranya antara ia dengan perbuatannya itu ada masa yang jauh.

Allah memperingatkan kalian terhadap siksa-Nya. Allah Maha Penyayang kepada segenap hamba-Nya.

Dia Maha Benar dalam firman-Nya, menunaikan janji-Nya, dan tidak pernah mengingkarinya, karena Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.’ (QS. Qâf: 29)

Maka bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan dunia maupun akhirat, dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan!

Karena sesungguhnyanya barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Dan sesungguhnya takwa kepada Allah akan menjaga seseorang dari kebencian-Nya, menjaga dari siksa-Nya, serta menjaga dari murka-Nya.

Sesungguhnya takwa kepada Allah dapat meyebabkan wajah berseri-seri, mendatangkan keridhaan Tuhan, dan menaikkan derajat.

Ambillah kesempatan baik kalian untuk memperoleh keberuntungan, dan janganlah kalian lalai dalam menunaikan kewajiban kepada Allah!

Allah mengajari kalian tentang kitab suc-Nya, menggariskan bagi kalian jalan menuju kepada-Nya, supaya Allah membedakan orang-orang yang bersungguh-sungguh dan yang berpura-pura.

Maka hendaklah kalian berbuat baik sebagaimana Allah telah memberikan kebaikan kepada kalian.

Musuhilah musuh-musuh Allah dan berjihadlah kalian dijalan-Nya dengan jihad yang sebenar-benarnya.

Dia telah memilih kamu sekalian dan menamai kalian sebagai orang-orang muslim, agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata, dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata pula.

Tidak ada kekuatan (untuk melaksanakan ketaatan) kecuali dengan pertolongan Allah.

Maka perbanyaklah zikrullah, dan beramallah untuk Persiapan esok hari (setelah kematian)!

Karena barangsiapa menjaga urusan antara ia dan Allah, niscaya Allah akan menjaga urusan antara orang itu dan orang lain.

Hal itu karena Allah-lah yang memutuskan perkara bagi semua orang, sedangkan mereka tidak memutuskan perkara bagi-Nya.

Dia menguasai semua orang, sedangkan mereka tidak berkuasa terhadap-Nya. Allah Maha Besar, dan tidak ada kekuatan (untuk melaksanakan ketaatan) kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung”

[lbnu Katsir berkata dalam kitab Al-Bidâyah (3/213): Demikian ini disebutkan oleh lbnu Jarir. Sanadnya mursal].

Disebutkan pula oleh Qurthubi dalam kitab tafsirnya (18/98) dengan lafal yang sebagian besarnya sama secara panjang lebar tanpa sanad.

error: Allahu Akbar