4 - HijrahUpdate

Nabi SAW. Hijrah dari Mekah Bersama Abu Bakar, Sembunyi di Gua Tsur

1314
×

Nabi SAW. Hijrah dari Mekah Bersama Abu Bakar, Sembunyi di Gua Tsur

Sebarkan artikel ini

DIBAWAH  kegelapan malam, Nabi SAW. dan Abu Bakar RA. berangkat menuju gua di Bukit Tsur, yaitu gua yang disebutkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla di dalam Al-Qur’an.

Sedangkan Ali bin Abi Thalib RA. tidur di tempat tidur Nabi SAW. untuk mengelabui mata musuh. Orang-orang musyrik Quraisy melewati malam tersebut dengan berjalan ke sana kemari dan berunding untuk menyergap orang yang tidur di kasur dan mengikatnya.

Itulah yang terus mereka bicarakan hingga waktu Shubuh tiba. Ketika Ali RA. bangun dari tempat tidur Nabi SAW. mereka bertanya kepadanya tentang Nabi SAW.

Ali RA. memberi jawaban bahwa ia tidak mengetahuinya. Ketika itu mereka baru menyadari bahwa beliau sudah meninggalkan kota Mekah.

Kemudian orang-orang musyrik mencari Nabi SAW. dengan hewan tunggangan mereka ke berbagai penjuru. Mereka juga mengirimkan pesan kepada penduduk yang tinggal di berbagai oase agar mencari dan menangkapnya, serta menjanjikan imbalan besar bagi mereka.

Mereka pun tiba di atas gua Tsur yang di dalamnya ada Rasulullah SAW. dan Abu Bakar RA., bahkan mereka melihat ke atas gua.

Nabi SAW. juga mendengar suara mereka. Ketika itu, Abu Bakar merasa takut dan dihinggapi kegelisahan.

Maka Nabi SAW. bersabda kepadanya, “Jangan bersedih! Sesungguhnya Allah beserta kita.”

Beliau pun berdoa. Maka turunlah ketenangan dari sisi Allah ‘Azza wa Jalla kepada beliau: “Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 40).

Sementara itu, Abu Bakar memiliki sekawanan kambing yang pada sore hari biasa pulang ke rumahnya di Mekah. Lalu Abu Bakar menugaskan ‘Amir bin Fuhairah, bekas budak Abu Bakar yang dapat memegang amanah dan dapat dipercaya, serta baik keislamannya, agar mengambil pekerjaannya (sebagai penunjuk jalan).

Maka ‘Amir memilih seorang laki-laki dari Bani ‘Abd bin ‘Adi yang bernama Ibnul-Uraiqith. ‘Abd bin ‘Adi termasuk sekutu kabilah Quraisy, karena bersekutu dengan Bani Sahm dari Marga Bani ‘Ash bin Wa’il.

error: Allahu Akbar