Lalu, Nabi shallalláhu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Hendaklah kamu berdoa: “Ya, Allah. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungi kami dari siksa Neraka.”
Kemudian, orang itu berdoa kepada Allah, maka ia pun sembuh. [Demikian dalam kitab Kanzul-Ummal (1/290)].
Diriwayatkan pula beserta saradnya oleh ibnu Najjar dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama sebagaimana dalam kitab Kanzul-Ummál
3. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Menolak Mendoakan Basyir bin Khashashiyah Radhiyallahu ‘Anhu Agar Mati Lebih Dahulu Sebelum Beliau
ABU NU’AIM meriwayatkan beserta saradnya dari Basyir bin Khashashiyah, ia berkata: Rasulullah shallall6hu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku memuji Allah yang telah mendatangkan kamu dari kabilah Rabah Al-Qasyam, sehingga kamu masuk Islam di hadapan Rasulullah sholladhu ‘alaihi wasallam”
Maka aku pun berkata, “Wahai, Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar mematikan saya sebelum engkau.”
Beliau bersabda, “Aku tidak akan berdoa seperti itu untuk siapa pun.” [Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-Ummi (5/147))].
4. Nabi Shallallihu ‘Alaihi Wasallam Memulai Dengan Dirinya Sendiri dan Menghindari Persajakan Ketika Berdoa
IBNU ABI SYAIBAH, Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i dan yang lainnya meriwayatkan beserta sanadnya dari Ubay bin Ka’b radhiyallahu anhu, ia berkata: Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan seseorang beliau memulainya dengan dirinya sendiri.
Pada suatu hari beliau bercerita tentang Musa ‘alaihis salam. Beliau bersabda: Semoga rahmat Allah tercurah untuk kita serta Musa.
Jika ia bersabar, tentu ia akan melihat perkara-perkara yang menakjubkan dari kawannya (Khadhir).
Akan tetapi Musa berkata, jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (ikan) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan umur padaku” (QS. Al-Kahfi: 76).
Hamzah Az-Zayyat membaca kata “ladun dengan dhammah pada huruf dal dan tasydid pada nun.
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Tirmidzi dengan lafal yang sebagian.besarnya sama tanpa menyebutkan, Pada suatu hari beliau bercerita-dan seterusnya.
[Tirmidzi berkata: Hadis basan gharib. Demikian dalam kitab Kanzul-Ummál (1/290)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dengan sanad bason dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, dengan lafal: Apabila berdoa, beliau memulai dengan dirinya sendiri,-sebagaimana dalam kitab Majima uz-Zawaid (10/152).
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan beserta sanadnya dari Sya’bi, ia berkata: ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata kepada ibnu Abi Sa’ib-penutur kisah-kisah nasihat untuk penduduk Madinah-, “Hindarilah persajakan ketika berdoa, karena aku mengalami masa hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, sedangkan mereka tidak melakukan hal tersebut.” [Demikian dalam kitab Kanzul-Ummål (1/292)].






