Pengantar Web

BISMILLAH

Isi atau konten dalam web ini bersumber dari Kitab Hayatush Shahabah (Kehidupan Sahabat Nabi SAW), Kitab yang membahas tentang perjalanan hidup para Sahabat Nabi SAW., baik selama hidup bersama Nabi SAW. maupun setelah wafatnya.

Kitab ini merupakan karya Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi Rah. a., dan juga mengambil sumber-sumber kitab dari zaman awal Islam, serta menjelaskan derajat keshahihan masing-masing riwayat.

Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi lahir di Kandhla, India, pada 20 Maret 1917. Kandhla adalah sebuah kota kecil di Uttar Pradesh, India dan wafat pada 2 April 1965 di Lahore, Pakistan, pada usia 48 tahun.

Beliau merupakan seorang ulama Islam yang ‘Alim dan Shalih dan menjadi Amir generasi kedua Jamaah Tabligh.

Selama hidupnya, Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi dikenal sebagai seorang da’i dan mubaligh yang aktif berdakwah dan keliling ke berbagai negara. Beliau juga meninggalkan beberapa karya tulis, termasuk “Hayat Al-Sahaba” (Hayatush Shahabah) dan “Amani al-Ahbar fi Sharh Ma’ani al-Athar.”

Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi menjadi Amir Jamaah Tabligh (1944 – 1965) setelah ayahnya, Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi, wafat pada tahun 1944. Beliau memimpin Jamaah Tabligh selama lebih dari 20 tahun hingga wafat pada tahun 1965.

Selama kepemimpinannya, Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi memperluas jangkauan dakwah Jamaah Tabligh ke berbagai negara, termasuk Pakistan, Bangladesh, Afrika, dan Eropa. Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama dan kesatuan umat Islam dalam berdakwah.

Hingga hari ini Jamaah Tabligh semakin berkembang luas diseluruh dunia, baik itu di negara-negara muslim maupun non muslim. Ratusan ribu bahkan jutaan umat telah ikut Khuruj dengan berdakwah mengunjungi berbagai tempat dan pelosok dunia semata-mata untuk memperjuangkan dan menyebarkan Agama Allah.

HARAPAN :

Semoga web ini dapat memberikan semangat dan inspirasi umat dalam memperjuangkan Islam dan dapat menambah Amal Jariyah bagi kita semua, aamiin.

Sesungguhnya peri kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum serta sejarah mereka merupakan salah satu sumber paling valid bagi kekuatan iman dan rasa cinta terhadap agama.

Perkara inilah yang senantiasa dijadikan oleh umat Islam pada umumnya dan para da’i pada khususnya sebagai sumber kobaran api iman serta penyulut bara dalam hati.

Namun, betapa cepatnya api iman serta bara hati itu padam diterpa hembusan angin kencang materialisme.

Tatkala api iman serta bara hati itu telah padam, maka umat ini telah kehilangan kekuatannya, jati diri, dan pengaruhnya.

Pada gilirannya, ia hanya akan menjadi sesosok jasad tanpa nyawa yang layak diusung di atas bahu-bahu kehidupan ini.

Peri kehidupan para sahabat radhiyallahu ‘anhum merupakan sejarah orang-orang yang telah menerima dakwah Islam dengan disertai keimanan, ketika disampaikan kepada mereka.

Hati mereka bersaksi akan kebenaran Islam.

Apa yang mereka katakan ketika diseru menuju Allah dan Rasul-Nya tidak lain adalah: “Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami mendengar seruan yang menyeru kepada iman, yaitu, ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami beriman.”

Bagian dari Kitab Hayatush Shahabah

  1. Dakwah
  2. Ba’iat
  3. Ridho
  4. Hijrah
  5. Nusroh
  6. Jihad
  7. Pemimpin
  8. Zuhud
  9. Cinta
  10. Akhlak
  11. Iman
  12. Shalat
  13. Ilmu
  14. Zikir
  15. Do’a
  16. Khutbah
  17. Mau’izah
  18. Berkah
  19. Karakter

error: Allahu Akbar