5. Umar Radhiyallahu ‘Anhu Mengajari Seseorang Tentang Adab Berdoa dan Doa Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhuma Pada Akhir Malam
IBNU ABI SYAIBAH meriwayatkan beserta sanadnya dan Abu ‘Ubaid dari Umar, bahwa ia mendengar seseorang memohon perlindungan dari cobaan.
Maka Umar.berdoa, “Ya, Allah. Aku berlindung kepadaMu dari lafal doanya.” (Lalu ia berkata kepada lelaki itu,) “Apakah kamu memohon kepada Tuhanmu agar Dia tidak memberimu keluarga dan harta?” -Atau ia berkata, “Istri dan anak?”
Dalam lafal yang lain disebutkan, “Apakah kamu ingin agar Allah tidak memberimu harta dan anak?
Barangsiapa di antara kalian hendak memohon perlindungan dari cobaan, maka hendaklah ia memohon perlindungan dari cobaan-cobaan yang menyesatkan.” [Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummål (1/289)].
Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dari Muharib bin Ditsar dari pamannya, ia berkata: Dulu aku pernah melewati rumah Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pada akhir malam.
Aku mendengarnya berdoa: “Ya, Allah. Engkau telah menyeru kepadaku, lalu aku memenuhi seruanMu. Engkau pun memerintahkan kepadaku, lalu aku menaatimu. Dan kini akhir malam telah tiba, maka ampunilah aku.”
Kemudian, ketika bertemu dengannya, aku pun berkata, “Aku pernah mendengarmu mengucapkan beberapa kalimat doa pada akhir malam.”
Lalu, aku menyebutkan kalimat tersebut.
Ia berkata, “Sesungguhnya, Ya’qub menunda (memohonkan ampunan untuk) anak-anaknya hingga ke akhir malam.”
[Haitsami (10/155) berkata: Dalam sanadnya terdapat Abdurrahman bin Ishaq Al-Kufi, dan dia adalah rawi yang dha’if).






