Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, Nasa’i, ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya dan Al-Hakim.
Keempat perawi tersebut menambahkan (setelah lafal wal-ikrâm): “Wahai, Zat yang Hidup kekal. Wahai, Zat yang Maha Mengurusi (makhlukNya). “
(Al-Hakim berkata: Sahih menurut syarat sanad Muslim).
Dalam riwayat yang lain, Al-Hakim menambahkan (dalam akhir doa): Aku memohon surga kepada Mu dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari neraka,
[Demikian dalam kitab At- Targhib wat- Tarhib (3/146)].
2. Pemberian Hadiah Berupa Emas oleh Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam Kepada Seorang Arab Badui yang Pandai Mengungkapkan Pujiannya Kepada Allah di Dalam Doanya
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Mu’jamul-Ausath dari Anas radhiyallôhu anhu, bahwa suatu ketika Rasulullah shallallähu alaihi wasallam lewat di dekat seorang Arab Badui yang sedang berdoa di dalam shalatnya, dengan mengucapkan: “Wahai, Zat yang tidak dapat dilihat oleh mata, tidak dapat terbayang dalam khayalan, tidak dapat digambarkan oleh siapa pun, tidak terpengaruh oleh kejadian-kejadian, dan tidak takut akan marabahaya.
Yang mengetahui berat gunung-gunung, takaran air samudera, jumlah tetesan air hujan, jumlah daun di pepohonan, dan jumlah segala sesuatu yang diliputi gelapnya malam serta terangnya siang.
Yang tidak ada satu langit pun bisa menghalangi langit lain dariNya, tidak ada satu bumi pun bisa menghalangi bumi lain dariNya, tidak ada lautan yang bisa menghalangiNya terhadap apa yang ada di dasarnya, dan tidak ada satu gunung pun bisa menghalangiNya terhadap apa yang ada di kawasan bebatuannya.
Jadikanlah akhir usiaku sebagai masa yang terbaik. Jadikanlah bagian akhir amalku sebagai amal yang terbaik. Dan jadikanlah hari perjumpaan denganMu sebagai yang terbaik di antara seluruh hariku.”
Maka Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam menugaskan seseorang sehubungan dengan orang Arab Badui tersebut.
Beliau bersabda, “Apabila ia sudah selesai mengerjakan shalat, ajaklah ia ke sini.”
Akhirnya, seusai shalat, orang Badui itu pun menghadap beliau.
Sementara ketika itu telah dihadiahkan kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam hadiah berupa emas dari suatu pertambangan.
Ketika orang Arab Badui itu datang, beliau memberikan emas itu kepadanya dan bertanya, “Kamu orang mana, hai Badui?”






