1. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Meminta Doa dari Umar dan Abu Umamah Radhiyallahu Anhum pun Meminta Doa dari Nabi Shallallahu Wasallam
ABU DAWUD dan Tirmidzi meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar.radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika aku meminta izin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk pergi umrah.
Maka beliau mengizinkanku dan berkata, “Wahai, saudaraku. Jangan lupa sertakan kami dalam doamu! Lalu, Umar berkata, “Itu merupakan suatu kalimat yang seandainya diganti dengan seisi dunia, aku tidak mau.”
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Sa’d (3/273) dari Umar dengan lafal yang semakna.
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang
(menjumpai kami).
Lalu, kami pun meminta agar beliau mendoakan kami. Beliau berdoa: “Ya, Allah. Ampunilah kami, sayangilah kami, ridailah kami, terimalah amal baik kami, masukkanlah kami ke dalam surga, selamatkanlah kami dari neraka, dan perbaikilah semua urusan kami.”
Lalu, kami meminta agar beliau menambah doanya untuk kami.
Beliau pun bersabda, “(Dalam doa tersebut,) aku telah menghimpun semua urusan (dunia dan akhirat) untuk kalian.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummal(1/291)].
2. Kisah Seorang Laki-laki yang Bergulingan di Pasir yang Panas dan Permintaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Agar la Mendoakan Saudara-saudaranya
IBNU ABID-DUNYA meriwayatkan beserta sanadnya dari Thalhah bin ‘Ubaidullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Pada suatu hari, seorang laki-laki pergi, lalu melepas pakaiannya, dan bergulingan di pasir yang panas, ia pun berkata kepada dirinya sendiri, “Rasakanlah neraka jahannam! Apakah kamu seperti bangkai pada malam hari dan menjadi penganggur pada siang hari?”
Lalu, ketika dalam keadaan demikian, tiba-tiba ia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di bawah naungan sebatang pohon, maka ia pun datang menghampiri beliau.
Lalu, ia berkata, “Nafsuku telah mengalahkanku.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya “Sungguh, pintu-pintu langit telah dibukakan untukmu. Dan sungguh, Allah telah
membanggakanmu di hadapan para malaikat.”
Kemudian, beliau bersabda kepada sahabat-sahabatnya, “Carilah bekal dari saudara kalian (dengan meminta doa darinya)!”
Maka salah seorang berkata, “Wahal, Fulan. Doakanlah aku!”
Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Doakan mereka semua!”
Orang itu pun berdoa, “Ya, Allah. Jadikanlah takwa sebagai bekal mereka, dan satukanlah mereka di atas jalan hidayah.”
Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ya, Allah. Bimbinglah ia (dalam doanya)!”
Maka ia pun meneruskan doanya, “Dan jadikanlah surga sebagai tempat kembali mereka.”
[Demikian dalam kitab Kanzul Ummál (1/290]].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang dalam perjalanan, tiba-tiba beliau mendapati seorang laki-laki yang sedang membolak-balikkan badannya sedemikian rupa di pasir yang panas seraya berkata, “Hai, nafsu! Kamu banyak tidur pada malam hari, dan menyia-nyiakan waktumu pada siang hari, sedangkan kamu mengharapkan surga?”
Kemudian, setelah merasa tenang, ia datang menghampiri kami.
Lalu, beliau bersabda, “Sambutlah saudara kalian (dengan meminta doa darinya)!”
Kami pun berkata, “Doakanlah kami, semoga Allah merahmatimu!”
la pun berdoa, “Ya, Allah. Satukanlah mereka di atas jalan.petunjuk!”
Kami berkata, “Tambahkanlah doa untuk kami!”
la berdoa, “Ya, Allah. Jadikanlah takwa sebagai bekal mereka!”
Kami berkata, “Tambahkanlah lagi doa untuk kami!”
Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Tambahkanlah doa untuk mereka!”
Beliau berdoa untuknya, “Ya, Allah. Berikanlah taufik kepadanya (dalam berdoa)!”
Lalu, orang itu berdoa, “Ya, Allah. Jadikanlah surga sebagai tempat kembali mereka.”
[Haitsami (10/185) berkata: Diriwayatkan oleh Thabarani dari jalur sanad Abu Abdillah Shahibush-Shadaqah, dari ‘Alqamah bin Martsad, dan aku tidak mengenalinya. Sedangkan para rawi yang lain tsiqah].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dari Buraidah dengan lafal yang sebagian besarnya sama, sebagaimana dalam kitab Kanzul-‘Ummál (1/308).
3. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Meminta Kepada Orang yang Bertemu dengan Uwais Al-Qarni agar Memintanya untuk Memohonkan Ampunan Allah untuknya
IBNU SA’D (6/163) meriwayatkan beserta sanadnya dari Usair bin Jabir dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia pernah berkata kepada Uwais, “Mohonkanlah ampunan Allah untukku!”
Uwais berkata, “Bagaimana saya memohonkan ampunan untukmu sedangkan engkau adalah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”
Umar berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya, yang terbaik di kalangan tabiin adalah seorang laki-laki yang bernama Uwais.”
Hadisnya panjang. Muslim meriwayatkan beserta sanadnya hadis yang morfo tentang Uwais dalam kitab Shahih-nya, sebagaimana dalam kitab Al-Ishabah (1/115).
Dan dalam riwayatnya yang lain disebutkan, “Maka barangsiapa di antara kalian bertemu dengannya, hendaklah memintanya agar memohonkan ampunan Allah untuknya”
4. Doa Anas Radhiyallâhu Anhu untuk Sahabat-sahabatnya Ketika Mereka Meminta Doa darinya
BUKHARI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al Adabul Mufrod (hal 93) dari Abdullah Ar-Rumi dari Anas bin Malik radhiyallöhu ‘anhu.
Abdullah berkata, Suatu ketika dikatakan kepada Anas: Saudara-saudaramu datang kepadamu dari Bashrah agar engkau mendoakan mereka –pada hari itu, Anas berada di Zawiyah.
Anas pun berdoa: “Ya, Allah. Ampunilah kami, sayangilah kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan dì akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
Kemudian, mereka meminta tambahan doa darinya.
Lalu, Anas berdoa seperti itu pula.
Lalu, ia berkata, “Jika kalian mendapatkan semua ini, berarti kalian telah mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.”






