18 - BerkahUpdate

Para Sahabat RA. Mendapatkan Bantuan Berupa Malaikat pada Perang Badar

8
×

Para Sahabat RA. Mendapatkan Bantuan Berupa Malaikat pada Perang Badar

Sebarkan artikel ini

BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dari Sahl bin Sa’d radhiyalláhu ‘anhu, ia berkata -setelah kehilangan pandangan matanya-, “Hai keponakanku! Demi Allah! Seandainya aku dan kamu berada di bukit Badar, kemudian Allah mengembalikan penglihatan mataku, tentu aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang dilalui oleh para malaikat yang datang kepada kami, tanpa ada keraguan atau pun ketidakpastian sedikit pun dalanm diriku.^

Demikian pula menurut riwayat Ibnu Ishaq.

[Demikian dalam kitab Al-Bidâyah (3/280)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabrani dari Sahl bin Sa’d, dengan lafal yang sama.

[Haitsami (6/84) berkata: Di dalam sanadnya terdapat Salamah bin Rauh, yang dinyatakan tsiqât oleh Ibnu Hibban dan dinyatakan dha’if oleh yang lain, karena kelalaiannya dalam mendengar hadits tersebut].

Thabrani meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Urwah, ia berkata, “Pada perang Badar, Jibril ‘alaihis-salâm turun dengan penampilan seperti penampilan Zubair.

la mengenakan serban berwarna kuning, dengan melipatnya pada kepala tanpa melipatnya di bawah dagu.”

[Haitsami (6/84) berkata: Hadits ini mursal, namun sanadnya shahih].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Al-Hakim (3/361) dari ‘Abbad bin Abdullah bin Zubair radhiyallâhu ‘anhumâ, ia berkata, “Pada perang Badar, Zubair bin ‘Awwam mengenakan serban berwarna kuning, dengan melipatnya pada kepala tanpa melipatnya di bawah dagu.

Lalu turunlah para malaikat yang mengenakan serban berwarna kuning.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabrani dari Usamah bin ‘Umair dengan lafal yang semakna, dan Ibnu ‘Asakir dari Abdullah bin Zubair dengan lafal yang sebagian besarnya sama, sebagaimana dalam kitab Kanzul-Ummal (5/268).

Abu Nu’aim meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Dala’ilun-Nubuwwah (hal. 170) dari lbnu ‘Abbas radhiyalláhu ‘anhumă, ia berkata, “Penampilan para malaikat pada perang Badar adalah dengan mengenakan serban berwarna putih.

Mereka menjuntaikan ujungnya pada punggung mereka. Sedangkan pada perang Hunain, mereka mengenakan serban berwarna hijau.

Mereka tidak pernah turut berperang dalan peperangan apa pun selain perang Badar.

Dalam peperangan yang lain, mereka hanya memperbanyak jumlah pasukan kaum muslimin dan membantu mereka tanpa membunuh musuh.”

error: Allahu Akbar