17 - Mau'izahUpdate

Tahukah Kalian Tamsil untuk Seseorang Beserta Keluarga, Harta dan Amal Salehnya?

7
×

Tahukah Kalian Tamsil untuk Seseorang Beserta Keluarga, Harta dan Amal Salehnya?

Sebarkan artikel ini

RAMAHURMUZI dalam kitab Al-Amtsâl meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhã, ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada sahabat-sahabatnya, “Tahukah kalian bagaimana perumpamaan bagi seseorang di antara kalian beserta keluarga, harta, dan amal salehnya?”

Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda, “Perumpamaan seseorang di antara kalian dengan hartanya, anak-istrinya, dan amal salehnya adalah sebagaimana seseorang yang mempunyai tiga saudara.

Menjelang kematiannya, ia memanggil salah seorang saudaranya, lalu berkata kepadanya, ‘Sekarang keadaanku sudah sedemikian rupa seperti yang kamu lihat. Maka apakah yang dapat kamu lakukan untukku?’

Ia berkata, ‘Aku akan selalu merawatmu, tidak akan membuatmu merasa jenuh, dan mengurusi keperluan-keperluanmu.

Lalu bila kamu mati, aku akan memandikanmu, mengkafanimu, dan memikul jenazahmu bersama orang lain yang memikulmu.

Sesekali aku akan memikul jenazahmu, dan sesekali aku akan menjauh dari jenazahmu.

Sekembali dari pemakaman, aku akan menyebut-nyebut kebaikanmu di hadapan orang yang bertanya kepadaku tentang dirimu.

Ini adalah saudaranya yang merupakan perumpamaan dari keluarganya.

Bagaimana pendapat kalian tentang saudara seperti ini?”

Para sahabat menjawab, “Menurut kami, ia tidak ada manfaatnya, wahai Rasulullah!”

(Lanjut beliau) “Kemudian orang itu bertanya kepada saudaranya yang lain, ‘Sudah kamu lihat bukan, keadaan yang kini telah menimpaku? Lalu apa yang dapat kamu lakukan untukku?’

Maka saudaranya itu menjawab, ‘Kamu tidak akan mendapat manfaat dariku sedikit pun, kecuali jika kamu masih hidup.

Apabila kamu mati, maka kamu akan dibawa ke suatu arah, sedangkan aku akan dibawa ke arah yang lain.

Ini adalah saudaranya yang merupakan perumpamaan dari hartanya.

Bagaimana pendapat kalian tentang saudara seperti ini?”

Para sahabat menjawab, Menurut kami, ia tidak ada manfaatnya, wahai Rasulullah!”

(Lanjut beliau,) “Kemudian orang itu bertanya kepada saudaranya yang lain, ‘Kamu sudah melihat bukan? Keadaan yang telah terjadi padaku saat ini?

Dan kamu mendengar sendiri jawaban yang diberikan oleh keluarga dan hartaku?

Lantas apa yang dapat kamu lakukan untukku?’

Maka saudaranya itu menjawab, ‘Aku adalah temanmu di dalam liang lahadmu, dan pelipur laramu dalam keterasinganmu.

Dan pada hari ketika amal manusia ditimbang, aku akan duduk di sisi timbanganmu untuk memberatkan timbangan amalmu. Ini adalah perumpamaan amal saleh.

Bagaimana pendapat kalian tentang saudara seperti ini?”

Para sahabat menjawab, “la adalah saudara dan teman terbaik, wahai Rasulullah!”

Beliau bersabda, “Memang, demikianlah sebenarnya.”

‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ berkata: Lalu Abdullah bin Kurz berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah engkau izinkan saya untuk mengungkapkan bait-bait syair tentang perumpamaan itu?”

“Ya!” sahut beliau.

Maka Abdullah bin Kurz pun pergi. Kemudian setelah berselang satu malam, ia datang kembali kepada Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam.

la berdiri di hadapan beliau, dan orang-orang pun berkumpul. Maka Abdullah bin Kurz membaca bait syairnya:

Aku, keluargaku, dan apa saja yang telah diusahakan oleh tanganku seperti seseorang yang memanggil kawan-kawannya, lalu berkata kepada saudaranya yang semuanya berjumlah tiga,

“Bantulah aku menghadapi perkara yang datang hari ini, perpisahan panjang yang tidak bisa dipastikan ujungnya.

Apakah yang bisa kamu lakukan menghadapi kematianku?”

Salah seorang saudaranya berkata, “Aku adalah temanmu yang taat kepada kehendakmu sebelum perpisahan kita.

Namun nanti bila waktu perpisahan telah tiba, tidak ada lagi hubungan antara aku dan kamu.

Maka ambillah sekarang, apa yang kamu inginkan dariku, karena aku akan dibawa ke tempat lain dengan segera.

Kamu tidak lagi bisa menyimpanku, maka gunakanlah aku. Lekas manfaatkan aku sebelum datang kematianmu.”

Berkatalah saudara lain yang sangat aku cintai dan aku utamakan daripada siapa pun juga,

“Yang bisa kuberikan hanya kesungguhan dan ketulusanku, bila datang kesulitan kepadamu, selain kematianmu.

Saat itu aku hanya bisa menangis keras untukmu dan memuji kebaikanmu bila orang bertanya.

Bersama para pelayat, aku akan mengiringi jenazahmu.

Sesekali, dengan kelembutan, aku pun akan memikulmu menuju tempat peraduanmu yang akan kamu masuki.

Lalu aku kembali meneruskan kesibukanku, seakan persahabatan kita tidak pernah ada, Ataupun kasih sayang dan saling berbagi.”

Itu adalah keluarga seseorang dan kekayaannya.

Meski sangat diharapkan, mereka itu tiada guna.

Ada lagi yang berkata, “Akulah saudara yang sesungguhnya. Saat datang kesulitan besar, tidak ada saudara lain seperti aku.

Didalam kubur, kamu akan menjumpaiku duduk di sana.

Akan kujawab pertanyaan kubur untuk membelamu.

Ketika amalmu ditimbang, aku akan duduk di sisimnu, sisi timbangan yang kamu ingin memberatkannya.

Maka janganlah kamu melupakanku, dan kenalilah aku.

Aku sayang, tulus, dan takkan menelantarkamu.”

Itulah amal saleh yang telah kamu kerjakan dahulu, yang akan kamu dapati saat berjumpa dengan Tuhanmu.

Maka menangislah Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam, dan para sahabat radhiyallähu ‘anhum pun menangis karena ungkapan bait-bait syair tersebut.

Apabila Abdullah bin Kurz berpapasan dengan sekelompok kaum muslimin, mereka pun memanggilnya dan memintanya agar membacakan syair tersebut.

Lalu ketika ia membacakannya, mereka pun menangis. [Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummâl (8/124)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ja’far Al-Firyabi dalam kitab Al-Kuna miliknya, Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab Al-Wuhdân, Ibnu Syahin, Ibnu Mandah dalam kitab Ash-Shahâbah, Ibnu Abid-Dunya dalam kitab Al-Kafâlah.

Semuanya dari jalur sanad Muhammad bin ‘Abdul-‘Aziz Az-Zuhri dari lbnu Syihab dari Urwah dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, dengan lafal yang sebagian besarnya sama, -sebagaimana dalam kitab Al-Ishâbah (2/362).

error: Allahu Akbar