10 - AkhlakUpdate

Tentang Akhlak dan Tabiat Nabi SAW kepada Para Sahabatnya dalam Keseharian

87
×

Tentang Akhlak dan Tabiat Nabi SAW kepada Para Sahabatnya dalam Keseharian

Sebarkan artikel ini

1. Perkataan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha Mengenai Akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

MUSLIM meriwayatkan beserta sanadnya dari Sa’d bin Hisyam, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah Ummulmukminin radhiyallahu ‘anha, “Beritahukanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”

Lalu, ia berkata, “Tidakkah kamu membaca Alquran?”

Aku menjawab, “Tentu aku membacanya.”

Maka ‘Aisyah berkata, “Akhlak beliau adalah Alquran.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ahmad dari Jubair bin Nufair dan Hasan al-Bashri dari ‘Aisyah dengan lafal yang sebagian besarnya sama, -sebagaimana dalam kitab al-Bidayah (6/35).

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Sa’d (1/90) dari Sa’d bin Hisyam dari ‘Aisyah dengan lafal yang sebagian besarnya sama dan menambahkan: Qatadah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dan sesungguhnya, Alquran membawa akhlak terbaik manusia.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Nu’aim dalam kitab Dala’ilun-Nubuwwah (hal. 57) dari Jubair bin Nufair dari ‘Aisyah dengan lafal yang sebagian besarnya sama, juga oleh ibnu Sa’d (1/90) dari Masruq dari ‘Aisyah dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Menurut riwayat Ya’qub bin Sufyan dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhã tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lalu, ia menjawab, “Akhlak beliau adalah Alquran. Beliau rela karena keridaanNya (Allah) dan marah karena kemurkaanNya pula.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Baihaqi dari Zaid bin Babanus, ia berkata: Kami pernah berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai, Ummul Mukminin! Bagaimanakah akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” -lalu perawi melanjutkan riwayatnya.

Dalam hadis tersebut disebutkan: Kemudian ‘Aisyah berkata, “Apakah kamu membaca surat al-Mu’minun?

“Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi.” (QS. al-Mu’minûn: 1-10).