6. Kabar Gembira dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Ketika Beliau Berada di Kadid
AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Rifa’ah Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika kami dalam perjalanan berangkat (di jalan Allah) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ketika kami berada di Kadid (ia berkata: di Lembah Qudaid) beberapa orang meminta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kembali kepada keluarga mereka, maka beliau mengizinkan mereka.
Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri, membaca tahmid dan menyampaikan tsand’ kepada Allah, kemudian beliau bersabda, “Bagaimana itu! Orang-orang yang lebih benci terhadap satu sisi pohon yang berdekatan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada sisi yang lain?”
Maka ketika itu semua orang menangis, lalu seseorang berkata, “Sesungguhnya, orang yang minta izin setelah ini (untuk pulang ke rumahnya) adalah orang bodoh.”
Kemudian, beliau memuji Allah dan menyampaikan kata-kata yang baik, dan bersabda, “Aku bersaksi di hadapan Allah, bahwa apabila seorang hamba meninggal sedangkan ia bersaksi dengan hati yang penuh yakin bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya aku adalah utusan Allah, kemudian ia berlaku lurus, maka pastilah ia akan masuk surga.”
Beliau juga bersabda, “Tuhanku ‘azza wajalla telah berjanji kepadaku, bahwa Dia akan memasukkan ke dalam surga diantara umatku sebanyak tujuh puluh ribu (70.000) orang tanpa hisab maupun azab.
Dan aku sungguh berharap bahwa mereka tidak masuk ke dalam surga lebih dahulu sebelum kalian, orang-orang saleh di antara nenek moyang kalian, pasangan-pasangan kalian, dan anak keturunan kalian menempati tempat-tempat tinggal di dalam Surga.”
[Haitsami (1/20) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad dan pada riwayat Ibnu Majah sebagiannya. Para perawinya dianggap tsiqah].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Darimi, ibnu Khuzaimah, ibnu Hibban dan Thabarani secara panjang lebar, -sebagaimana dalam kitab Kanzul-‘Ummál (5/287).
Dalam riwayat mereka disebutkan: Lalu, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya, orang yang minta izin kepadamu setelah ini (untuk pulang ke rumah) adalah orang yang bodoh.”
7. Syahadat Dapat Menghapuskan Dosa Orang yang Bersumpah Palsu
BAZZAR meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seseorang, “Hai, Fulan. Benarkah kamu telah berbuat begini begini?”
la menyahut, “Tidak, demi Zat yang tidak ada tuhan selain Dia. Saya tidak melakukannya.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui bahwa orang itu telah melakukannya, namun orang itu tetap mengulang-ulang jawaban itu berkali-kali.
Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dosamu ini telah dihapuskan, karena kamu membenarkan kalimat lâ ilâha illallah.”
[Haitsami (10/83) berkata: Diriwayatkan oleh Bazzar dan Abu Ya’la dengan lafal yang sebagian besarnya sama, hanya saja ia menyebutkan sabda beliau, “Allah telah menghapuskan dosa atas dustamu, karena kamu telah membenarkan kalimat Lâ ilâha illallah.”
Para rawi mereka adalah perawi kitab Shahih. Haitsami berkata dalam catatan pinggirnya dari ibnu Hajar: Aku berkata: Dalam sanadnya terdapat Harits bin ‘Ubaid Abu Qudamah, ia banyak meriwayatkan hadis-hadis yang munkar, dan hadis ini adalah salah satu darinya, sedangkan Bazzar telah menyebutkan bahwa Harits bersendiri dalam meriwayatkan hadis ini].
Menurut riwayat Thabarani dari ibnu Zubair secara marfü; bahwa seseorang bersumpah palsu dengan Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, lalu dosanya itu diampuni.
[Haitsami (10/83) berkata: Para perawinya adalah perawi kitab Shahih].










