Lalu, ia berkata, “Tidakkah kamu membaca Alquran? “Dan sesungguhnya, kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (QS. al-
Qalam: 4).
“Aisyah berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabatnya, aku membuatkan makanan untuknya, dan Hafshah radhiyallahu ‘anha juga membuatkan makanan untuknya.
Namun, Hafshah mendahuluku, lalu aku pun berkata kepada hamba wanita: ‘Pergilah, lalu balikkanlah nampannya! Maka ketika Hafshah hendak meletakkan nampannya di depan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hamba wanita itu membalikkannya.
Maka terbaliklah nampan tersebut sehingga makanannya berserakan.
Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan makanan yang masih ada dan yang berserakan di atas tanah, dan mereka pun memakannya.
Lalu, Aku mengirimkan nampanku, tapi beliau memberikannya kepada Hafshah dan berkata, ‘Ambillah wadah ini sebagai pengganti wadah
makananmu dan makanlah makanan yang ada di dalamnya.”
‘Aisyah berkata, “Aku tidak melihat kemarahan pada wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
(Demikian dalam kitab Kanzul-Ummal (4/44)).
2. Perkataan Zaid Bin Tsabit Radhiyallahu ‘Anhu Mengenal Akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Dala’ilun-Nubuwwah (hal. 57) dari Kharijah bin Yazid, bahwa sekelompok orang menemul ayahnya Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu- dan berkata, “Beritahukanlah kepada kami tentang sebagian akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Lalu, la berkata, “Dulu, aku adalah tetangga beliau. Apabila turun wahyu kepadanya, beliau mengirim seseorang untuk memanggillku. Aku pun datang, lalu menuliskan wahyu itu.
Apabila kami membicarakan dunia’, beliau pun ikut membicarakannya. Dan apabila kami membicarakan makanan, beliau pun ikut membicarakannya bersama kami.
Semua yang aku ceritakan kepada kalian ini tentang beliau (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam).”
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Tirmidzi (hal. 25) dengan lafal yang sebagian besarnya sama, demikian pula Baihaqi, sebagaimana dalam kitab al-Bidayah (6/42), Thabarani -sebagaimana dalam kitab Majma’uz-Zawa’id-dan la berkata: Sanadnya hasan-, ibnu Abi Dawud dalam kitab al-Mashahif, Abu Ya’la, Ruyani dan ibnu ‘Asakir, sebagaimana dalam kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummal (5/185).
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Sa’d (1/90) dengan lafal yang sebagian besarnya sama.
3. Perkataan Shafiyyah Radhiyallahu ‘Anha Mengenai Akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Shafiyyah binti Huyay radhiyallahu ‘anhã, ia berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih baik akhlaknya daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallom.
Sungguh, ketika itu, sepulang dari Khaibar di malam hari, beliau membawaku naik untanya pada bagian belakang.
Lalu, aku pun mengantuk, sehingga kepalaku terantuk bagian belakang pelana unta.
Lalu, beliau membelaiku dengan tangannya, ‘Hai, tunggu! putri Huyay, tunggu dulu (jangan keburu tidur)!’











