9. Apa yang Dilihat Oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Ketika Memukul Sebongkah Batu Besar pada Peristiwa Perang Khandaq dan Kabar Gembira yang Beliau Sampaikan Kepada Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum
NASA’I meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Sukainah -seorang hamba sahaya yang telah dibebaskan dari salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: Ketika Rasulullah memerintahkan agar orang-orang menggali parit, tampak di hadapan mereka sebongkah batu besar yang menghalangi mereka dalam membuat parit.
Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri memegang kapak dan meletakkan kain syalnya di sisi parit dan membaca ayat: “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Alquran), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’âm: 115).
(Ketika beliau memukulnya), hancurlah sepertiga batu tersebut. -sementara Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu berdiri melihatnya maka muncullah sinar cemerlang bersama pukulan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu.
Kemudian, beliau memukul untuk kedua kalinya seraya membaca: “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Alquran), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimatNya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’âm: 115).
Maka hancurlah sepertiga bagian yang lain dari batu tersebut, dan muncullah sinar cemerlang sehingga terlihat oleh Salman.
Kemudian, beliau memukul untuk yang ketiga kalinya-seraya membaca: “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Alquran), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimatNya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’âm: 115).
Maka hancurlah sepertiga batu yang masih tersisa.
Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari parit, lalu mengambil kain syalnya dan duduk.
Salman berkata, “Wahai, Rasulullah. Tadi, saya melihat setiap kali engkau memukul batu itu, pasti muncul sinar cemerlang.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai, Salman. Apakah kamu melihatnya?”
Salman menjawab, “Benar, demi Zat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Ketika aku memukul untuk yang pertama kalinya, diperlihatkan kepadaku kota-kota Persia dan sekitarnya, serta kota-kota lain yang begitu banyak, sehingga aku dapat melihatnya dengan kedua mataku.”
Salah seorang sahabat yang hadir berkata kepada beliau, “Wahai, Rasulullah. Berdoalah kepada Allah agar mengizinkan kita untuk menaklukkan kota-kota itu, memberikan anak cucu mereka kepada kita sebagai ghanimah serta menghancurkan negeri mereka dengan tangan-tangan kami.”
Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakannya.
Lanjut beliau, “Kemudian, aku memukul untuk yang kedua kalinya, maka diperlihatkan kepadaku kota-kota Roma dan sekitarnya, sehingga aku dapat melihatnya dengan kedua mataku.”
Mereka berkata, “Wahai, Rasulullah. Berdoalah kepada Allah agar mengizinkan kita untuk menaklukkan kota-kota itu, memberikan anak cucu mereka kepada kita sebagai ghanimah, serta menghancurkan negeri mereka dengan tangan-tangan kami.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mendoakannya.
Lalu, beliau bersabda, “Kemudian, aku memukul untuk yang ketiga kalinya, maka diperlihatkan kepadaku kota-kota Habasyah dan negeri-negeri sekitarnya, sehingga aku dapat melihatnya dengan kedua mataku,”
Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkan Habasyah selama mereka membiarkan kalian, dan biarkanlah Turki selama mereka membiarkan kalian.”










