1. Sikap Santun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terhadap Orang yang Memprotes Pembagian Ghanimah Pada Peristiwa Perang Hunain
IMAM BUKHARI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Seusai perang Hunain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melebihkan jatah (ghanimah) kepada sebagian orang.
Beliau memberi Aqra’ bin Habis radhiyallahu ‘anhu seratus (100) ekor unta, memberi ‘Uyainah radhiyallahu ‘anhu sebanyak itu pula, demikian pula beberapa orang lain.
Lalu, seseorang berkata, “Pembagian ini dilakukan bukan untuk mencari rida Allah.”
Maka aku berkata, “Sungguh, aku akan melaporkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Kemudian, aku memberitahukan hal tersebut kepada beliau.
Lalu, beliau bersabda, “Semoga Allah merahmati Musa, ia telah disakiti dengan yang lebih dari ini, namun ia tetap bersabar.”
Dalam riwayat lain oleh Imam Bukhari disebutkan: Maka seseorang berkata, “Demi Allah, sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak adil dan bukan untuk mencari rida Allah.”
Maka aku berkata, “Demi Allah, sungguh, aku akan melaporkannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Kemudian, aku menjumpai beliau, lalu beliau bersabda, “Siapa lagi yang akan berbuat adil, jika Allah dan Rasul-Nya tidak adil? Semoga Allah merahmati Musa, la telah disakiti dengan yang lebih dari ini, namun ia tetap bersabar.”
2. Sikap Santun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada Dzul-Khuwaishirah
DISEBUTKAN dalam kitab shahih Bukhari dan muslim dari hadits riwayat Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagikan ghanimah, tiba-tiba datang kepadanya Dzul-Khuwaishirah-seseorang dari Bani Tamim- lalu berkata, “Wahai, Rasulullah! Berlaku adillah!”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Celaka kamu! Siapa lagi yang akan berlaku adil jika aku tidak bersikap adil?Sungguh, kecewa dan rugilah aku jika begitu! Jika aku tidak adil, siapa lagi yang akan bersikap adil?”




