11 - ImanUpdate

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib

15
×

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib

Sebarkan artikel ini

1. Kisah Seseorang yang Diare

BUKHARI dan Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Saudara saya diare.”

Lalu, beliau bersabda, “Suruhlah ia meminum madu.”

Maka orang itu pergi, lalu meminumkan madu kepada saudaranya.

Kemudian, ia datang lagi lalu berkata, “Wahai, Rasulullah. Saya telah meminumkan madu kepadanya. Namun, madu itu justru membuatnya semakin diare.”

Beliau bersabda, “Pergi dan suruh ia meminum madu.”

Maka orang itu.pergi, lalu meminumkan madu kepada saudaranya.

Kemudian, ia datang lagi lalu berkata, “Wahai, Rasulullah. Madu itu justru membuatnya semakin diare.”

Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah Maha Benar, dan perut saudaramu itu dusta. Pergi dan suruhlah ia meminum madu.”

Maka orang itu pergi, lalu meminumkan madu kepada saudaranya. Akhirnya saudaranya itu sembuh. [Demikian dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (2/575)].

2. Kisah Abdullah Bin Mas’ud Bersama Istrinya Radhiyallahu ‘Anhuma

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Zainab, istri Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhumâ, ia berkata: Apabila Abdullah pulang dari menunaikan keperluannya, ketika sampai di dekat pintu, ia biasa berdeham dan meludah, karena tidak ingin masuk rumah secara tiba-tiba dalam keadaan yang tidak ia sukai.

Lanjutnya: Pada suatu hari ia datang, lalu berdeham, dan ketika itu bersamaku ada seorang wanita tua yang sedang membacakan mantra untukku karena penyakit erisipelas. Lalu, aku menyuruhnya bersembunyi di bawah dipan.

Abdullah pun masuk dan duduk di sisiku. Ia melihat ada benang di leherku. Lalu ia berkata, “Benang apa ini?”

Aku menjawab, “Benang yang telah dibacakan mantra untukku.”

Maka Abdullah mengambil dan memotongnya. Kemudian, ia berkata, “Keluarga Abdullah tidak memerlukan perbuatan syirik. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya, mantra, jimat, dan pengasihan itu termasuk syirik.””

Lanjut Zainab: Aku berkata kepadanya, “Mengapa engkau berkata demikian?