15 - Do'aUpdate

Doa Bersama, Doa Dengan Suara Keras dan Mengaminkan Doa

51
×

Doa Bersama, Doa Dengan Suara Keras dan Mengaminkan Doa

Sebarkan artikel ini

1. Nabi Shallalâhu ‘Alaihi Wasallam Mengamini Doa Zaid, Abu Hurairah, dan Seorang Sahabat yang Lain Radhiyallâhu Anhum

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Mu jamul-Ausath dari Qais Al-Madani bahwa seorang laki-laki datang kepada Zaid bin Tsabit radhiyaláhu ‘anhu, lalu bertanya tentang sesuatu.

Maka Zaid berkata kepadanya, “Tanyakanlah kepada Abu Hurairahl”

Lalu, ketika aku, Abu Hurairah, dan si Fulan berada di masjid sedang berdoa dan berzikir kepada Tuhan kami ‘azza wajalla, tiba-tiba Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam keluar menemui kami dan duduk di hadapan kami.

Maka kami pun diam. Lalu, beliau bersabda, “Teruskanlah apa yang kalian lakukan tadi.”

Zaid berkata: Aku dan kawanku berdoa lebih dahulu sebelum Abu Hurairah.

Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam pun mengaminkan doa kami.

Kemudian, Abu Hurairah berdoa, “Ya, Allah. Sesungguhnya, aku mohon kepadaMu seperti apa yang dimohon oleh kedua sahabatku. Dan aku juga memohon kepadaMu ilmu yang tidak akan dilupakan.”

Maka Nabi shallallâhu alaihi wasallam mengucapkan, “Amin!”

Lalu, kami berkata, “Wahai, Rasulullah! Kami juga ingin memohon kepada Allah akan ilmu yang tidak akan dilupakan.”

Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “kalian telah didahului oleh orang dari kabilah Daus (Abu Hurairah).”

[Haitsami (9/361) berkata: Oais ini adalah penutur kisah-kisah nasihat bagi Umar bin Abdul-‘Aziz. Tidak ada yang meriwayatkan hadis darinya selain anaknya sendiri yang bernama Muhammad. Sedangkan para rawi yang lain tsiqah).

2. Doa Umar Radhiyalâhu Anhu dan Permintaannya kepada Orang-orang Agar Mengaminkannya Serta Bagaimana la Berdoa pada Tahun Paceklik

IBNU SA’D (3/275) meriwayatkan beserta sanadnya dari Jami bin Syaddad dari seseorang yang mempunyai kerabat dengannya, ia berkata: Aku pernah mendengar Umar bin Khattab radhiyallahu anhu berkata, “Ada tiga doa, apabila aku mengucapkannya maka kalian ucapkanlah amin atasnya: “Ya, Allah. Aku ini orang yang lemah, maka kuatkanlah aku. Ya, Allah. Aku ini orang yang kasar, maka lembutkanlah aku. Ya, Allah. Aku ini orang yang bakhil maka berilah aku sifat dermawan.”

Ibnu Sa’d (3/321) juga meriwayatkan beserta sanadnya dari Saib bin Yazid, ia berkata: Pada suatu hari di masa paceklik, aku melihat Umar bin Khattab berangkat (untuk mengerjakan Shalat Istisqa’) dengan mengenakan pakaian usang dan penuh kerendahan. la mengenakan kain syal yang tidak sampai kepada lututnya.

Ia beristighfar dengan mengeraskan suaranya, sementara air matanya mengalir pada kedua pipinya. Di sebelah kanannya ada Abbas bin Abdul-Muthalib rodhiyallahu ‘anhu.

Lalu, pada hari itu, Umar berdoa dengan menghadap kiblat seraya rmengangkat kedua tangannya ke arah langit. la pun memanjatkan doa kepada Tuhannya dengan suara keras, dan orang-orang pun berdoa bersarnanya.

Kemudian, ia memegang tangan Abbas lalu berdoa: “Ya, Allah. sesungguhnya kami memohon kepadaMu dengan perantara paman Rasul-Mu Abbas pun terus berdiri di samping Umar sekian lama. Abbas berdoa sementara kedua matanya berlinang air mata.

error: Allahu Akbar