1. Sabda Nabi Shallallôhu ‘Alaihi Wasallam, “Doa Penghapus Dosa-dosa Majelis Adalah: Subhânakallâhumma Wabihamdika.”
IBNU ABID-DUNYA, Nasa’i –lafal hadis ini menurut riwayat keduanya–, Al-Hakim dan Baihaqi meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Aisyah radhiyallähu ‘anha, ia berkata: Apabila Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam selesai duduk di suatu majelis atau mengerjakan shalat, beliau mengucapkan suatu kalimat.
Lalu, ‘Aisyah bertanya kepada beliau tentang kalimat tersebut.
Beliau bersabda, “Jika dalam majelis itu dibicarakan kebaikan, kalimat itu akan menjadi stempel baginya sampai Hari Kiamat.
Namun, jika dalam majelis itu dibicarakan keburukan, ia akan menjadi penghapus dosanya. Yaitu: “Maha Suci Engkau-ya Allah dan segala puji bagiMu. Tidak ada tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan dan bertobat kepadaMu.”
Menurut riwayat Abu Dawud dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata: Pada akhir majelis, ketika hendak berdiri, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam biasa mengucapkan: “Maha Suci Engkau -ya Allah- dan segala puji bagiMu. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan dan bertobat kepadaMu.”
Lalu, seseorang bertanya, “Wahai, Rasulullah. Engkau baru saja mengucapkan suatu kalimat doa yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya.”
Lalu, beliau bersabda, ‘”Itu adalah penghapus dosa-dosa yang ada di dalam majelis.”
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Nasa’i -dan lafal hadis ini menurut riwayatnya -, AI-Hakim dan ia mensahihkannya dan Thabarani dalam ketiga Mu’jam-nya secara ringkas dengan sanad jayyid dari Rafi’ bin Khadij radhiyallâhu ‘anhu.
Lalu, perawi melanjutkan riwayatnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama dengan hadis Abu Barzah, dan menambahkan setelah kata: wa’atûbu ilaik: “Aku telah berbuat keburukan dan menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku. Sesungguhnya, tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau.”
Abu Barzah berkata: Kami berkata, “Wahai, Rasulullah. Kalimat doa itu belum pernah engkau ucapkan sebelumnya.”
Beliau bersabda, “Benar, Jibril datang kepadaku lalu berkata: Hai, Muhammad. Kalimat itu penghapus dosa-dosa majelis.”
[Demikian dalam Kitab At-Targhib wat-Tarhib (3/72)].
2. Anjuran Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam dan Ibnu ‘Amr Radhiyolláhu Anhumá Mengenai Doa Kifarah Majelis
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Al-Mu’jamush-Shaghir dan Al-Mu’jamul-Ausath dari Zubair bin Awwam radhiyalláhu anhu, ia berkata: Kami pernah berkata, “Wahai, Rasulullah. Apabila kami telah pergi dari sisimu, kami mulai berbincang-bincang tentang masa-masa jahiliyah.”
Lalu, beliau bersabda. “Apabila kalian duduk dalam majelis-majelis seperti itu, yang kalian khawatirkan atas diri kalian di dalamnya, maka ketika kalian hendak bangun ucapkanlah: “Mahasuci Engkau -ya Allah- dan segala puji bagiMu. Kami bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau. Kami memohon ampunan dan bertobat kepadaMu.”
Kalimat itu akan menghapuskan dosa-dosa yang menimpa kalian dalam majelis tersebut.”
[Haitsami (10/142) berkata: Dalam sanadnya terdapat perawi yang tidak aku kenal].
Abu Dawud dan Ibnu Hibban meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Shahih-nya dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallâhu ‘anhumâ bahwa ia berkata, “Ada beberapa rangkaian kalimat yang apabila diucapkan oleh seseorang sebanyak tiga kali dalam satu majelis yang hak ataupun majelis yang batil ketika hendak berdiri, maka pasti dosa-dosanya (pada majelis tersebut) akan dihapuskan karenanya.
Dan apabila diucapkan dalam satu majelis kebaikan dan majelis zikir, maka pasti Allah akan membubuhkan stempel padanya, seperti halnya sebuah stempel yang dicapkan pada sehelai kertas bertulis. Yaitu: Subhânakallâhumma..”












