14 - ZikirUpdate

Tentang Keutamaaan Majelis Zikrullah dan Semangat Agama Didalamnya

63
×

Tentang Keutamaaan Majelis Zikrullah dan Semangat Agama Didalamnya

Sebarkan artikel ini

1. Keutamaan Para Ahli Majelis Zikir pada Hari Kiamat

AHMAD, Abu Ya’la, ibnu Hibban dalan kitab Shahih-nya, Baihaqi dan yang lainnya meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallâhu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalakộhu alaihi wasallam bersabda: Allah ‘azza wajalla akan berfirman pada hari kiamat, “Semua yang berkumpul akan mengetahui siapakah yang berhak mendapatkan kehormatan”

Maka ada yang berkata, “Siapakah yang berhak mendapatkan kehormatan itu, wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda, “Para ahli majels zikir” (Demikian dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib (3/63).

[Haitsami (10/76) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad dengan dua sanad, salah satu sanadnya hasan, juga oleh Abu Ya’la].

2. Kisah Pasukan yang Dikirim oleh Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam dan Sikap Beliau yang Lebih Mengutamakan Ahli zikir dari Mereka

lBNJ ZANJAWAIH meriwayatkan beserta sanadnya dan Tirmidzi dari Umar radhiyaláhu ‘anhu bahwa suatu ketika Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam mengirim pasukan menuju Nejd.

Mereka pun mendapatkan ghanimah yang banyak, dan kembali dalam waktu yang singkat.

Lalu, salah seorang yang tidak ikut keluar bersama mereka berkata, “Kami belum pernah melihat pasukan yang kembali lebih cepat dan mendapatkan ghanimah yang lebih besar dari pada pasukan ini!”

Maka Nabi shallallôhu alaihi wasallam bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan tentang orang-orang yang lebih besar ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya?

Yaitu orang-orang yang mengikuti jamaah Shalat Subuh, kemudian mereka duduk di tempat mereka berzikir kepada Allah hingga terbit matahari.

Mereka itu lebih cepat kembalinya dan lebih besar ghanimahnya.”

Dalam lafal yang lain disebutkan (sabda beliau), “Yaitu orang-orang yang mengerjakan Shalat Subuh, kemudian duduk di tempat mereka berzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian mengerjakan shalat nafil dua rakaat, kemudian mereka pulang kepada keluarga mereka.

Mereka itu lebih cepat kembalinya, dan lebih besar ghanimahya daripada pasukan tersebut.”

[Tirmidzi berkata: Hadis gharlb. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari rangkaian sanad ini.

Dalam sanadnya terdapat Hammad bin Abu Humaid, dha’if. – Demikian dalam kitab Kanzul-“Ummâl (1/298).

Dirlwayatkan pula beserta sanadnya oleh Bazzar dari Abu Hurairah radhiyallähu ‘anhu dengan lafal yang semakna.

Dalam riwayatnya itu disebutkan: Lalu, Abu Bakar radhiyalahu anhu berkata, “Wahai, Rasulullah! Kami belum pernah melihat pasukan…..

Haitsami (10/107) berkata: Dalam sanadnya terdapat Humaid-bekas budak ibnu ‘Alqamah-, seorang rawi yang dha’if].

error: Allahu Akbar