4. Bagaimana Nabi Shallallahu Alaihi Wasallamn Membuka dan Menutup Doa
AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Salamah bin Akwa’ Al-Aslami rodhiyalldhu ‘anhu, ia berkata: Setiap kali aku mendengar Rasulullah shollollahu alaihi wasallam berdoa, pasti beliau memulainya dengan kalimat: “Maha Suci Tuhanku yang Mahatinggi, Maha Tertinggi lagi Maha Pemberi.”
[Haitsami (10/156) berkata: Diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabarani dengan lafal yang sebagian besarnya sama. Dalam sanadnya terdapat Umar bin Rasyid Al Yamami, dinyatakan tsiqah oleh lebih dari satu muhaddits. Sedangkan para perawi yang lain adalah perawi kitab Shahih].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Abi Syaibah dari Salamah dengan lafal yang sebagian besarnya sama, -sebagaimana dalam kitab Kanzul- Ummål (1/290).
Ibnu Najjar meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallåhu ‘anhu, ia berkata: Seandainya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berdoa dengan seratus (100) doa, tentu di awal, di akhir, dan di bagian tengah doanya beliau mengisinya dengan kalimat: “Wahai, Tuhan kami. Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummâl (1/290)].
5. Kisah Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam Bersama Dua Orang Shahabi Radhiyallâhu ‘Anhumâ yang Mengerjakan Shalat dan Berdoa Kepada Allah
AHMAD, Abu Dawud, Tirmidzi–lafal hadis ini menurut riwayatnya dan ia meng-hasan-kannya-, Nasa’i, ibnu Khuzaimah dan ibnu Hibban dalam kedua kitab Shahih mereka meriwayatkan beserta sanadnya dari Fadhalah bin ‘Ubaid radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata: Ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam sedang duduk, tiba-tiba masuklah seseorang (ke dalam masjid). lalu ia mendirikan shalat. Kemudian. ia berdoa: “Ya, Allah. Ampuni dan sayangilah aku.”
Maka Rasulullah shallaláhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kamu tergesa-gesa, wahai orang yang shalatl Apabila kamu telah selesai mengerjakan shalat, lalu duduk, maka pujilah Allah dengan pujian yang layak untukNya, dan bacalah shalawat untukku, kemudian berdoalah kepadaNyal”
Kemudian, setelah itu, seseorang yang lain mengerjakan shalat. Lalu (seusai salat,) ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi shallollôhu ‘alaihi wasallam.
Lalu, Nabi shallalláhu alaihi wasallam bersabda.kepadanya, “Wahai, orang yang shalat. Sekarang berdoalah niscaya doamu akan dikabulkan”
(Demikian dalam kitab At-Targhib wot-Tarhib (3/147)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dengan lafal yang sebagian besarnya sama, -sebagaimana dalam kitab Majma’uz-Zawâ id (10/155).






