2. Bagaimana Nabi Shallalláhu Alaihi Wasallam Melakukan Hal Itu Ketika Mendoakan Keburukan Atas Para Sekutu Musuh Serta Bagaimana lbnu Umar dan tbnu Zubair Radhiyallâhu ‘Anhum Juga Melakukannya
ABDUR-RAZZAQ meriwayatkan beserta sanadnya darí “Urwah, bahwa suatu ketika Rasulullah shallalláhu ‘alaihi wasallam melewati sekumpulan orang-orang Arab Badui yang telah masuk islam dan kampung mereka telah dirusak oleh sekutu musuh.
Maka Rasulullah shalaldhu alaihi wasallam mengangkat kedua tangan beliau mendoakan keburukan atas sekutu musuh, seraya membentangkan kedua tangan ke arah wajah beliau.
Lalu, seorang Badui berkata kepadanya, “Bentangkan lagi tanganmu, wahai Rasulullah! Aku rela ayah dan ibuku sebagai tebusanmu!”
Maka Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam membentangkan kedua tangannya ke arah depan, dan tidak meninggikannya ke arah langit.
[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummôl (1/291)].
Bukhari meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Adabul-Mufrad (hal. 90) dari Abu Nu’aim yakni Wahb, ia berkata: Aku pernah melihat ibnu Umar dan ibnu Zubair radhiyallâhu ‘anhum berdoa, (lalu) mengusapkan kedua telapak tangan mereka pada wajah.






