Adab

BAB WUDHU dan Adab-Adabnya

615
×

BAB WUDHU dan Adab-Adabnya

Sebarkan artikel ini

Disunnahkan mengambil wudhu di rumah sebelum pergi ke masjid, mengingat setiap langkah ke masjid dalam keadaan wudhu dengan sempurna akan berpahala, menghapus dosa dan mengangkat derajat. (HR. Bukhari).

Hendaknya memulai wudhu dengan membaca basmalah. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i).

Niat di dalam hati untuk membersihkan hadats kecil. (As-Syafi’l).

Doa (niat) wudhu :

Artinya : “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah ta’ala.”

Ditekankan agar bersiwak setiap akan berwudhu, jika tidak ada siwak, dapat menggunakan jari telunjuk. Rasulullah saw. hampir mewajibkan siwak disetiap akan berwudhu. (HR. Bukhari, Muslim).

Setiap bersiwak, disunnahkan terlebih dahulu membasuh kedua tangan sampai pergelangan tangan sebanyak tiga kali. (HR. Nasa`i).

Kemudian berkumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya, membasuh muka, menyela-nyela janggut dengan jari yang basah, membasuh kedua lengan dari ujung tangan hingga ke atas siku, kemudian mengusap kepala satu kali, membasuh telinga satu kali dan terakhir membasuh kedua kaki sampai mata kaki. (HR. Bukhari, Muslim, Nasa`i).

Cara mengusap kepala satu kali dalam berwudhu Meletakkan sebagian jari jemari telapak tangan di bagian depan ujung kepala tempat tumbuhnya rambut, lalu ditarik ke belakang sampai ke tengkuk, kemudian dikembalikan lagi ke depan ke bagian yang pertama tadi. (HR. Abu Dawud).

Cara membasuh kedua telinga satu kali dalam berwudhu : Memasukkan dua jari telunjuk ke dalam lubang telinga lalu diputarkan jari jempol untuk membasuh bagian luar telinga. (HR. Abu Dawud).

Berwudhu dengan tertib, berurutan, dan sempurna, usahakan jangan tertinggal walaupun hanya satu titik di daerah anggota wudhu. Rasulullah saw bersabda, “Kebanyakan adzab kubur menimpa seseorang karena wudhunya tidak sempurna.” (HR. Bukhari, Muslim).

Jangan menambah bilangan wudhu lebih dari tiga kali. Barangsiapa menambahnya, berarti telah berbuat zhalim atas diri sendiri. (HR. Nasa I, Ibnu Majah, Abu Dawud).

Disunnahkan mendahulukan anggota sebelah kanan ketika berwudhu. Setelah itu, bagian sebelah kiri. (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i).

error: Allahu Akbar