Adab

BAB WUDHU dan Adab-Adabnya

2
×

BAB WUDHU dan Adab-Adabnya

Sebarkan artikel ini

Disunnahkan mengambil wudhu di rumah sebelum pergi ke masjid, mengingat setiap langkah ke masjid dalam keadaan wudhu dengan sempurna akan berpahala, menghapus dosa dan mengangkat derajat. (HR. Bukhari).

Hendaknya memulai wudhu dengan membaca basmalah. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i).

Niat di dalam hati untuk membersihkan hadats kecil. (As-Syafi’l).

Ditekankan agar bersiwak setiap akan berwudhu, jika tidak ada siwak, dapat menggunakan jari telunjuk. Rasulullah saw. hampir mewajibkan siwak disetiap akan berwudhu. (HR. Bukhari, Muslim).

Setiap bersiwak, disunnahkan terlebih dahulu membasuh kedua tangan sampai pergelangan tangan sebanyak tiga kali. (HR. Nasa`i).

Kemudian berkumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya,
membasuh muka, menyela-nyela janggut dengan jari yang basah, membasuh kedua lengan dari ujung tangan hingga ke atas siku, kemudian mengusap kepala satu kali, membasuh telinga satu kali dan terakhir membasuh kedua kaki sampai mata kaki. (HR. Bukhari, Muslim, Nasa`i).

Cara mengusap kepala satu kali dalam berwudhu Meletakkan sebagian jari jemari telapak tangan di bagian depan ujung kepala tempat tumbuhnya rambut, lalu ditarik ke belakang sampai ke tengkuk, kemudian dikembalikan lagi ke depan ke bagian yang pertama tadi. (HR. Abu Dawud).

Cara membasuh kedua telinga satu kali dalam berwudhu : Memasukkan dua jari telunjuk ke dalam lubang telinga lalu diputarkan jari jempol untuk membasuh bagian luar telinga. (HR. Abu Dawud).

Berwudhu dengan tertib, berurutan, dan sempurna, usahakan jangan tertinggal walaupun hanya satu titik di daerah anggota wudhu. Rasulullah saw bersabda, “Kebanyakan adzab kubur menimpa seseorang karena wudhunya tidak
sempurna.” (HR. Bukhari, Muslim).

Jangan menambah bilangan wudhu lebih dari tiga kali. Barangsiapa
menambahnya, berarti telah berbuat zhalim atas diri sendiri. (HR. Nasa I, Ibnu Majah, Abu Dawud).

Disunnahkan mendahulukan anggota sebelah kanan ketika berwudhu. Setelah itu, bagian sebelah kiri. (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i).

Disunnahkan shalat dua rakaat sunat syukrul wudhu setiap selesai wudhu. Tanpa diselingi pembicaraan. Kecuali pada waktu-waktu yang dimakruhkan shalat. (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i).

Diantara shalat Syukrul Wudhu dan shalat wajib sebaiknya memperbanyak istighfar. (Ahmad).

Do’a ketika memulai wudhu:

اللَّهُمَّ اغْفِرْلِى ذَبِي وَوَسَعْ لِى فِي دَارِي وَبَارِكْ لِي فِي رِزْقِى

Artinya: “Ya Allah, ampunilah segala dosaku, lapangkanlah rumah tanggaku, dan berkatilah rezeki untukku.” (Dailami, Ibnu Asakir).

Kemudian melihat langit, lalu membaca do’a selesai wudhu;

أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي
مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah diriku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah diriku dari golongan orang-orang yang bersuci.” (HR. Muslim).

Barangsiapa membaca do’a di atas setelah berwudhu, akan dibukakan baginya delapan pintu surga darimana saja ia ingin masuk.(HR. Tirmidzi, Nasa’i).

Jangan berwudhu di tempat buang air, karena dikhawatirkan masih ada sisa air bekas cipratan kencing yang tertinggal di sana, sehingga akan mengenai badan kita ketika berwudhu. (HR Tirmidzi, Dailami). * Bila sangat terpaksa berwudhu di WC, siramlah dulu sampai bersih sebelum berwudhu.

Sebaiknya berniat setiap akan berwudhu. Bahwa kita berwudhu bukan hanya untuk membersihkan badan saja, tetapi juga membersihkan kotoran hati. (Imam
Hanafi).

Disunnahkan menjaga kelangsungan wudhu danNmenggantinya setiap kali batal.
(HR.Hakim).

Disunnahkan berwudhu ketika;

Hendak tidur. (HR. Bukhari)
Hendak mengulangi persetubuhan dengan istri. (JR..Abu Dawud)
Hendak menengok orang sakit. (HR. Bukhari)
Setelah memakan sesuatu yang dimasak. (HR. Muslim)
Setelah memakan daging kambing dan unta. (HR. Muslim)
Setelah menyentuh kemaluan.(Khasah, Baihaql)
Ketika marah, agar reda marahnya. (HR. Ahmad, Abu Dawud)
Ketika keluar dari WC. (HR. Ahmad)
Jangan berbicara ketika berwudhu.
Dianjurkan agar menggunakan air sehemat mungkin. Tidak boleh boros dalam penggunakan air. (HR. Bukhari, Ibnu Majah, Abu Dawud) Rasulullah saw bersabda, “Hematlah dalam memakai air walaupun di atas lautan. (HR. Ahmad, Ibnu Majah)
Air bekas wudhu dapat dipakai sebagai obat. (HR. Bukhari). * Caranya: Kita berwudhu
di atas ember, sehingga air bekas wudhu itu akan jatuh ke dalam ember..Kemudian air itu diminumkan kepada si sakit. Air bekas wudhu dapat menyembuhkan tujuh puluh penyakit. (Dailami)
Sebaiknya jangan berwudhu dengan dibantu orang lain. (HR. Ibnu Najjar, Al-Bazzar).

Sumber : Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-Hari (Karya : Ust. H. A. Abdurrahman Ahmad – Cirebon).

error: Allahu Akbar