Ahmad meriwayatkan pula beserta sanadnya dari rangkalan sanad yang lain dan Jarir, ia berkata: Aku pernah berkata, “Wahai Rasulullah! Berikanlah syarat untukku, karena engkau yang paling mengetahui mengenai syaratnya.
Beliau bersabda, “Aku akan membaiatmu untuk menyembah Allah semata-mata, tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, beriktikad baik terhadap setiap orang Islam, dan berlepas diri dari perbuatan syirik.”
Diriwayatkan pula oleh Nasa’i, -sebagaimana dalam kitab Al-Bidayah (5/78).
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Jarir dengan lafal yang sama, hanya saja ia berkata, “… Berittikad baik terhadap kaum muslimin dan meninggalkan syirik,” -sebagaimana dalam kitab Kanzul-Ummál (1/82).
Thabrani meriwayatkan beserta sanadnya darinya, ia berkata: Jarir RA. pernah menghadap Nabi SAW., lalu beliau bersabda, “Ulurkanlah tanganmu hai Jarir”
Lalu ia berkata, “Atas perkara apa?”
Beliau bersabda, “Kamu menyerahkan dirimu kepada Allah dan berittikad baik terhadap setiap orang Islam.”
Maka beliau membolehkannya, sedangkan Jarir adalah seorang laki-laki yang cerdas, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Selagi saya mampu.”
Maka hal tersebut menjadi sebab keringanan bagi semua orang setelahnya.
[Demikian dalam kitab Kanzul-Ummál (1/82)].






