16 - KhutbahUpdate

Khutbah-Khutbah Nabi SAW. Pada Masa Peperangan

53
×

Khutbah-Khutbah Nabi SAW. Pada Masa Peperangan

Sebarkan artikel ini

1. Khutbah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam Perang

THABRANI dan Bazzar meriwayatkan beserta sanadnya dari Jidar, salah seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam, ia berkata: Suatu ketika kami berperang bersama Rasulullah shallahu alaihi wasallam.

Kemudian ketika kami bertemu dengan musuh, beliau pun berdiri, membaca tahmid dan tsana kepada Allah.

Kemudian beliau bersabda, “Hadirin sekalian! Sesungguhnya kalian telah berada (didalam nikmat-nikmat Allah ada yang berwarna hijau, kuning, dan merah, begitu pun di rumah-rumah kalian beserta apa yang ada di dalamnya.

Maka apabila kalian bertemu dengan musuh hadapilah dengan berani. Karena apabila seseorang menyerang musuh di jalan Allah, maka dua orang bidadari yang cantik bermata jell datang kepadanya dengan cepat Lalu apabila ia gugur sebagai syahid, maka dengan tetesan darahnya yang pertama di tanah, Allah SWT. akan menggugurkan seluruh dosanya.

Dua bidadari itupun menyeka debu dari wajahnya seraya berkata, “Kini telah tiba waktumu (untuk berjumpa dengan kami).

la pun menyahut: ‘Kini telah tiba pula waktu kalian (untuk berjumpa denganku).”

[Haitsami (5/275) berkata: Dalam sanadnya terdapat ‘Abbas bin Fadhal Al-Ansari, dan dia adalah rawi yang dha’if].

2. Khutbah-khutbah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Ketika Singgah di Hijr dalam Perjalanan Menuju Perang Tabuk

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam singgah di Hijr dalam perjalanan menuju perang Tabuk, beliau berdiri menyampaikan khotbah kepada orang-orang.

Beliau bersabda: “Hadirin sekalian! Janganlah kalian bertanya kepada Nabi kalian tentang mukjizatnya!

Lihatlah kaum Nabi Shalih!’ mereka meminta kepada Nabi mereka agar mengeluarkan seekor unta betina’ untuk mereka.

Maka Nabi Shalih pun mengabulkannya. Kemudian unta itu datang dari jalan ini, lalu meminum air mereka pada hari yang menjadi gilirannya.

Mereka pun memerah susunya sebanyak air yang biasa mereka dapatkan pada hari yang menjadi giliran unta tersebut.

Kemudian unta itu keluar dari jalan ini, lalu mereka menyembelihnya.

error: Allahu Akbar