Maka Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai, Rasulullah! Izinkanlah aku untuk memenggal lehernya.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkanlah ia, karena ia memiliki teman-teman. Kalian akan meremehkan shalat kalian sendiri dibandingkan shalat mereka, demikian pula puasa kalian dibandingkan puasa mereka.
Mereka membaca Alquran, namun bacaan mereka tidak melebihi tulang selangka mereka. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari sasaran panah.
Ketika diperhatikan mata panahnya, tidak ada bekas sedikit pun. Kemudian, ketika diperhatikan lubang yang terkena panahnya itu, juga tidak ada bekas sedikit pun.
Kemudian, ketika diperhatikan batang anak panahnya, juga tidak ada bekas sedikit pun. Kemudian, ketika diperhatikan bulu anak panahnya, tidak ada pula bekas apa pun, padahal anak panah itu telah menembus kotoran dan darah.
Ciri-ciri mereka adalah seseorang yang berkulit hitam, salah satu lengannya seperti payudara perempuan atau seperti potongan daging yang bergerak-gerak. Mereka akan keluar ketika terjadi perpecahan di kalangan kaum muslimin.”
Abu Sa’id berkata: Aku bersaksi bahwasanya aku mendengar ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku bersaksi bahwasanya Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu telah memerangi mereka’ dan aku bersamanya.
Ali memerintahkan agar laki-laki itu dicari. Maka setelah dicari, akhirnya ia ditemukan dan didatangkan kepadanya, sehingga aku melihatnya persis seperti ciri-ciri yang digambarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (Demikian dalam kitab al-Bidayah wan-Nihayah (4/363)).
3. Sikap Santun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Kepada Umar Ketika Abdullah bin Ubay Meninggal
BUKHARI dan Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika Abdullah bin Ubay meninggal, datanglah anaknya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Berikanlah baju gamismu kepadaku untuk mengkafaninya, shalatilah la, dan mohonkanlah ampunan untuknya.




