BAZZAR meriwayatkan beserta sanadnya -la meng-hasan-kannya, dari Umar RA., ia berkata: Ketika Rasulullah SAW. tinggal di Mekah, pada setiap musim haji beliau menjumpai kabilah-kabilah bangsa Arab satu per satu untuk menawarkan kepada mereka agar menerima beliau.
Namun beliau tidak mendapati seorang pun yang menyambut tawarannya.
Akhirnya Allah mendatangkan orang-orang Anshar, karena keberuntungan yang telah Allah tetapkan bagi mereka dan kemuliaan yang hendak Dia berikan kepada mereka.
Mereka memberikan tempat dan bantuan kepada beliau. Semoga Allah membalas jasa mereka dengan balasan yang terbaik atas nama Nabi-Nya.
[Demikian dalam Kitab Kanzul-Ummal (17/134)].
Dalam kitab Jam’ul-Fawa’id terdapat tambahan pada hadits Umar RA. (Umar berkata,): “Demi Allah! Kami tidak mampu memenuhi janji yang telah kami buat dengan orang-orang Anshar, ketika kami mengatakan kepada mereka bahwa kami adalah para pemimpin, sedangkan mereka adalah para wazir. Seandainya aku masih hidup hingga awal tahun depan, niscaya semua pejabat harus dari golongan Anshar.”
[Penulis Jam’ul-Fawaid berkata: Diriwayatkan oleh Bazzar dengan sanad yang dha’if. Demikian ini disebutkan pula dalam kitab Majma’uz-Zawa id (6/42) dari Bazzar secara lengkap].
(Haitsami berkata: Diriwayatkan oleh Bazzar, dan ia menyatakan sanadnya hasan. Dalam sanadnya terdapat Ibnu Syabib, seorang rawi yang dha’if)
Hadis dari Jabir RA. Tentang Kaum Anshar
IMAM Ahmad meriwayatkan beserta sanadnya, dari Jabir bin Abdullah RA., ia berkata: Pada musim haji, Rasulullah SAW. menawarkan kepada orang-orang (jamaah haji di tempat persinggahan mereka) agar menerima beliau.
Beliau berkata, “Siapakah yang bersedia membawaku kepada kaumnya, karena orang-orang Quraisy telah menghalangiku untuk menyampaikan firman Tuhanku, Allah ‘azza wajalla?”
Lalu datanglah kepada beliau seorang laki-laki dari kabilah Hamdan.
Beliau bertanya, “Dari kabilah apa kamu?”
Orang itu menjawab, “Dari kabilah Hamdan.”
Beliau bertanya lagi, “Apakah kaummu memiliki kekuatan pertahanan?”
“Ya,” jawabnya.






