1. Hadis yang Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Mengenai Hakikat Ilmu
BUKHARI dan Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Musa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya seperti hujan lebat yang jatuh ke tanah.
Diantara tanah itu ada yang baik dan subur, dapat menyerap air sehingga menumbuhkan banyak tumbuhan dan rerumputan.
Diantaranya ada pula tanah keras yang dapat menampung air, maka dengan tanah ini Allah memberikan manfaat kepada manusia, sehingga mereka bisa minum, mengairi tanaman, dan bercocok tanam.
Sebagian hujan ada yang jatuh ke sebidang tanah yang lain, yaitu tanah yang datar dan tandus, tidak bisa menampung air ataupun menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.
Begitulah perumpamaan orang yang paham mengenai agama Allah dan memperoleh manfaat dari petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya.
la tahu dan mengajarkannya. Juga perumpamaan orang yang tidak peduli dengan perkara tersebut dan tidak mau menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.” [Demikian dalam kitab Misykâtul-Mashâbîh (hal. 20)].
Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap nabi yang diutus oleh Allah dikalangan umatnya sebelumku pasti memiliki diantara umatnya para pembela dan sahabat yang memegang sunahnya dan mengikuti perintah Nya.
Kemudian, sepeninggal mereka muncullah generasi yang mengatakan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan kepada mereka.
Maka barangsiapa melawan mereka dengan tangannya, berarti la seorang mukmin barangsiapa melawan mereka dengan lisannya, berarti la seorang mukmin.
Dan barangsiapa melawan mereka dengan hatinya, berarti la seorang mukmin. Selain itu tidak ada lagi derajat iman meski sekecil biji sawi” [Demikian dalam kitab Misykdtul Mashabih (hal. 21)].





