3. Anjuran Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Ilmu
IBNU ABDIL-BARR meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Jami’u Bayânil-‘ilm (1/29) dari Harun bin Ri’ab ia berkata: Ibnu Mas’ud berkata, “Jadilah orang alim atau pencari ilmu, dan jangan menjadi selain itu! Karena selain mereka hanyalah orang jahil.
Sesungguhnya, para malaikat membentangkan sayap sayapnya untuk seseorang yang pergi mencari ilmu karena senang dengan apa yang ia lakukan.”
Ibnu ‘Abdil-Barr meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Jami’-nya (1/29) dari Zirr (bin Hubaisy), ia berkata: Abdullah (bin Mas’ud) berkata, “Jadilah orang alim atau pencari ilmu, dan jangan menjadi orang yang suka ikut-ikutan, bukan alim dan bukan pencari ilmu.”
Abu Yusuf berkata: Ahlul-‘ilmi berkata: Orang yang suka ikut-ikutan yakni orang yang selalu mengikuti pendapat orang lain tanpa berpikir.
Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dalam Al-Mu’jamul-Kabir dari ibnu Mas’ud, ia berkata, “Wahai, manusia! Hendaklah kalian mencari ilmu sebelum ilmu itu dicabut! Ilmu dicabut dengan meninggalnya ahli ilmu.
Hendaklah kalian mencari ilmu! Karena salah seorang di antara kalian tidak tahu kapan memerlukan ilmu yang ada padanya.
Hendaklah kalian mencari ilmu, namun janganlah memfasih-fasihkan bicara ataupun berlebihan mencaritahu hal-hal yang tidak ada faedahnya!
Hendaklah kalian mencari ilmu yang kuno (yang diikuti oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum)! Karena akan datang suatu kaum yang membaca Kitabullah, namun mereka membuangnya di belakang punggung mereka.”
[Haitsami (1/126) berkata: Abu Qilabah tidak mendengar dari ibnu Mas’ud].
Abdur-Razzaq meriwayatkan penggalan hadis itu beserta sanadnya dari Ayyub dari Abu Qilabah dari ibnu Mas’ud, -sebagaimana dalam kitab Jami’u Bayânil-‘Ilm oleh ibnu ‘Abdil-Barr (1/87).
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu ‘Abdil-Barr dalam kitab Jami’-nya dari jalur sanad Syaqiq dari ibnu Mas’ud.
Ibnu ‘Abdil-Barr meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Jami’-nya (1/100) dari Abul-Ahwash, ia berkata: Abdullah berkata, “Sesungguhnya, seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan alim. Ilmu hanya diperoleh dengan belajar.”
Thabarani meriwayatkan beserta sanadnya dalam Al-Mu’jamul-Kabir dari Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata, “Jadilah orang alim atau pencari ilmu, dan jangan menjadi yang lain! Namun, jika tidak bisa, maka cintailah ulama, dan jangan membenci mereka.”
[Haitsami (1/126) berkata: Para perawinya adalah perawi kitab Shahih, hanya saja Abdul-Malik bin ‘Umair tidak bertemu dengan ibnu Mas’ud].
4. Anjuran Abu Darda’ Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Ilmu
IBNU ABDIL-BARR meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Jami’-nya (1/28) dari Humaid, dari Hasan, bahwa Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jadilah kamu orang Alim atau pencari ilmu atau orang yang menyukai mereka atau orang yang mengikuti mereka. Dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima, karena kamu akan binasa.”
Humaid berkata: Aku bertanya kepada Hasan, “Apa maksud orang yang kelima?”
la berkata, “Ahli bid’ah.”
Abu Nu’aim meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliyo (1/213) dari Dhahhak, la berkata: Abu Darda’ berkata, “Wahai, penduduk Damaskus! Kalian adalah saudara seagama, tetangga satu kampung, dan pembela melawan para musuh!












