1. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Lebih Mengutamakan Zikrullah dari pada Membebaskan Budak
ABU YA’LA meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, la berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, aku lebih suka duduk bersama orang-orang yang berzikir kepada Allah sejak selesai Shalat Subuh hingga terbit matahari dari pada memerdekakan empat orang hamba sahaya dari keturunan Ismail, yang tebusan masing-masing dari mereka sebesar dua belas ribu (12.000) dirham.
Dan sungguh, aku lebih suka duduk bersama orang-orang yang berzikir kepada Allah sejak selesai Shalat Ashar hingga terbenam matahari dari pada memerdekakan empat orang hamba sahaya dari keturunan Ismail, yang tebusan masing-masing dari mereka sebesar dua belas ribu (12.000) dirham.”
[Haitsami (10/105) berkata: Dalam sanadnya terdapat Muhtasib Abu ‘A’idz, ia dinyatakan tsiqah oleh ibnu Hibban, dan dinyatakan dha’if oleh yang lain].
Menurut riwayat Ahmad dan Abu Ya’la dari Anas secara marfü’, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mengerjakan Shalat Ashar, kemudian duduk menyampaikan kebaikan hingga sore hari lebih utama dari pada orang yang memerdekakan delapan orang hamba sahaya dari keturunan Ismail.”
Dan dalam riwayat lain oleh Abu Ya’la disebutkan, “Sungguh, aku lebih suka duduk bersama orang-orang yang berzikir kepada Allah sejak waktu Subuh hingga terbit matahari dari pada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.”
[Haitsami (10/105) berkata: Dalam riwayat Abu Ya’la terdapat Yazid Ar-Raqasyi, la dinyatakan dha’if oleh kebanyakan para muhaddits, namun ada yang menganggapnya tsiqah. Sedangkan dalam riwayat Ahmad tidak disebutkan Yazid Ar-Raqasyi].
2. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Lebih Mengutamakan Zikrullah dari pada Berperang di Jalan Allah Melawan Musuh yang Mengendarai Kuda-kuda Pilihan yang Kencang Larinya, Juga dari pada membebaskan Hamba Sahaya
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Mujamul-Kabir dan Al-Mujamul Ausath dengan beberapa sanad yang dhof dari Sahl bin Sa’d As-Saidi radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, aku lebih suka menyertai jamaah Shalat Subuh, kemudian duduk berzikir kepada Allah ‘azza wajalla hingga terbit matahari dari pada berperang di jalan Allah melawan musuh yang mengendarai kuda-kuda pilihan yang kencang larinya hingga terbit matahari”
[Demikian dalam kitab Majima’uz-Zawa’id (10/105)]
Bazzar meriwayatkan beserta sanadnya dari Abbas bin Abdul-Muthalib radhiyalidhu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Sungguh, aku lebih suka duduk sejak Shalat Subuh sampai terbit matahari dari pada memerdekakan empat orang budak dari keturunan Ismail.”
[Haitsami (10/106) berkata Diriwayatkan oleh Bazzar dan Thabarani, hanya saja ia menyebutkan sabda belau, Sungguh, aku lebih suka mengerjakan Shalat Subuh dan berzikir kepada Allah ta’ala hingga terbit matahari dar ipada berperang melawan pasukan berkuda di jalan Allah hingga terbit matahari.”
[Dalam sanad mereka terdapat Muhammad bin Abu Humaid, dan dia adalah rawi yang dhaif].
3. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Lebih Mengutamakan Tasbih, Tahmid, Tahli, dan Takbir daripada Semua yang Ada di Dunia
MUSLIM dan Tirmidzi meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Hurairah radhyadhu anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh mengucapkan Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar lebih aku sukai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari”
[Demikian dalam kitab At-Torghib wat-Tarhib (3/84)].
Ahmad meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, duduk berzikir kepada Allah, mengucapkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan dua orang hamba sahaya atau lebih dari keturunan Ismail.
Dan berzikir sejak selesal Asjar hingga terbenam matahari lebih aku sukal daripada memerdekakan empat orang hamba sahaya dari keturunan Ismail.”
Dalam riwayat yang lain disebutkan sabda beliau, “Berzikir kepada Allah hingga terbit matahari, dengan membaca takbir, tahlil, dan tasbih lebih aku sukai dari pada memerdekakan empat orang hamba sahaya dari keturunan Ismail.
Dan berzikir kepada Allah sejak (selesai) Shalat Ashar hingga terbenam matahari lebih aku sukai dari pada memerdekakan sekian banyak hamba sahaya dari keturunan Ismail.”
[Haitsami (10/104) berkata: Semuanya diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabarani seperti pada riwayat yang kedua, dan sanad-sanadnya hasan].






