13 - Ilmu

Hakikat Ilmu dan Apa yang Tercakup Dalam Kata ‘Ilmu’ Secara Umum

29
×

Hakikat Ilmu dan Apa yang Tercakup Dalam Kata ‘Ilmu’ Secara Umum

Sebarkan artikel ini

1. Hadis yang Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Mengenai Hakikat Ilmu

BUKHARI dan Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Musa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya seperti hujan lebat yang jatuh ke tanah.

Diantara tanah itu ada yang baik dan subur, dapat menyerap air sehingga menumbuhkan banyak tumbuhan dan rerumputan.

Diantaranya ada pula tanah keras yang dapat menampung air, maka dengan tanah ini Allah memberikan manfaat kepada manusia, sehingga mereka bisa minum, mengairi tanaman, dan bercocok tanam.

Sebagian hujan ada yang jatuh ke sebidang tanah yang lain, yaitu tanah yang datar dan tandus, tidak bisa menampung air ataupun menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.

Begitulah perumpamaan orang yang paham mengenai agama Allah dan memperoleh manfaat dari petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya.

la tahu dan mengajarkannya. Juga perumpamaan orang yang tidak peduli dengan perkara tersebut dan tidak mau menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.” [Demikian dalam Kitab Misykâtul-Mashâbîh (hal. 20)].

Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap nabi yang diutus oleh Allah dikalangan umatnya sebelumku pasti memiliki diantara umatnya para pembela dan sahabat yang memegang sunahnya dan mengikuti perintah Nya.

Kemudian, sepeninggal mereka muncullah generasi yang mengatakan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan kepada mereka.

Maka barangsiapa melawan mereka dengan tangannya, berarti la seorang mukmin barangsiapa melawan mereka dengan lisannya, berarti la seorang mukmin.

Dan barangsiapa melawan mereka dengan hatinya, berarti la seorang mukmin. Selain itu tidak ada lagi derajat iman meski sekecil biji sawi” [Demikian dalam Kitab Misykdtul Mashabih (hal. 21)].

Abu Dawud dan ibnu Majah meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Amr, la berkata: Rasulullah shallallóhu ‘alaihi wasallam bersabda, ilmu itu ada tiga (1) Ayat muhkamát, (2) sunah yang tegak (sahih) atau (3) hukum yang lurus.

Sedangkan semua selain itu adalah perkara tambahan (yang tidak perlu dipelajari.” (Demikian dalam Kitab Misykötul-Mashabih (hal. 27)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu ‘Abdil-Barr dalam Kitab Jamu Bayanil-lm (2/23) dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Menurut riwayatnya pula (2/24) dari ‘Amr bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu secara.marfu”, “Telah aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh kepadanya: Kitabullah dan Sunnah NabiNya shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Ibnu Abdil-Barr meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Jami’u Bayanil-lim (2/23) dari Abu Hurairah, bahwa suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke masjid, lalu melihat orang-orang berkumpul di hadapan seseorang.

Beliau.bertanya, “Ada apa ini?”

Mereka berkata, “Wahai, Rasulullah! Ada orang pintar.”

Beliau bertanya lagi, “Apa maksud orang pintar?”

Mereka berkata, “Orang yang paling tahu tentang nasab orang-orang Arab, paling tahu tentang bahasa Arab, paling tahu tentang syair, dan paling tahu tentang apa yang diperselisihkan oleh orang-orang Arab.”

error: Content is protected !!