IBNU Sa’ad meriwayatkan beserta sanadnya dari Miqdad bin ‘Amr, ia berkata: Aku menawan Hakam bin Kaisan. Lalu komandan kami ingin men*b*s lehernya.
Maka aku berkata, “Biarkanlah ia! Kita bawa saja ia menghadap Rasulullah SAW.”
Kemudian setelah kami datang, Rasulullah SAW. menyampaikan dakwah kepada Hakam agar masuk Islam dalam waktu yang cukup lama.
Umar berkata, “Untuk apa engkau berbicara kepada orang ini wahai Rasulullah? Demi Allah! la tidak akan masuk Islam selamanya. Biarlah aku pen*g*l lehernya agar ia masuk ke Neraka Hawiyah.”
Namun Nabi SAW. tidak menghiraukan ucapan Umar hingga akhirnya Hakam masuk Islam.
Lalu Umar berkata: Begitu melihat Hakam masuk Islam, aku berpikir tentang keadaanku di masa lalu dan yang baru saja terjadi. Aku pun berkata (dalam hati), “Bagaimana aku mengatakan sesuatu kepada Nabi SAW. yang lebih beliau ketahui daripada diriku?”
Kemudian aku berkata (dalam hati), “Aku berbuat seperti itu hanya karena menginginkan kebaikan bagi Allah dan Rasul-Nya.
Lalu Umar berkata, “Hakam masuk Islam, lalu -demi Allah- ia menjadi seorang muslim yang baik dan berjuang di jalan Allah hingga gugur sebagai syahid di kawasan Sumur Ma’unah, sedangkan Rasulullah SAW. ridha terhadapnya. Ia pun masuk Surga.”
Menurut riwayat Islam (4/138) pula dari Zuhri, ia berkata: Hakam berkata, “Apakah Islam itu?”
Beliau bersabda, “Kamu menyembah Allah semata-mata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
Lalu Hakam berkata, “Aku telah masuk Islam.”
Maka Nabi SAW. menoleh kepada para sahabatnya, lalu bersabda, “Seandainya tadi aku menuruti usulan kalian (untuk memb*n*hnya), lalu aku memb*n*hnya, tentu ia akan masuk Neraka.”






