AL-HAKIM (1/93) meriwayatkan beserta sanadnya dari lbnu ‘Abbas radhiyallêhu ‘anhumå bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menyampaikan khutbah kepada orang-orang dalam kesempatan haji Wada’.
Beliau bersabda: “Setan telah berputus asa untuk disembah di negeri kalian. Akan tetapi ia rela untuk ditaati dalam perkara-perkara lain, yaitu dosa-dosa yang kalian anggap remneh. Maka berhati-hatilah kalian!
Hadirin sekalian, sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kalian perkara yang jika kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu: Kitabullah dan sunah Nabi-Nya shallallôhu ‘alaih wasallam.
Sesunguhnya, setiap muslim itu saudara bagi muslim lainnya. Orang orang Islam itu bersaudara. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil harta saudaranya kecuali apa yang ia berikan kepadanya dengan hati yang lega.
Janganlah kalian berbuat zalim, dan jangan pula kalian kembali menjadi (seperti) orang-orang kafir sepeninggalku nanti dengan saling memenggal leher satu sama lain.”
Al-Hakim berkata (1/93): Bukhari menerima hadis-hadis riwayat Ikrimah sebagai hujah, dan Muslim menerima riwayat Abu Uwais sebagai hujah.
Sedangkan para perawi lainnya disepakati oleh Bukhari dan Muslim.
Hadis yang merupakan isi sebagian khutbah Nabi shallallähu ‘alaihi wasallam telah disepakati periwayatannya di dalam kitab Shahih, yaitu: “Hadirin sekalian! Sesungguhnya aku telah meninggalkan kepada kalian perkara, yang kalian tidak akan tersesat jika berpegang teguh dengannya: Kitabullah, dan kelak kalian akan ditanya mengenaiku, maka jawaban apa yang kalian sampaikan?”
Penyebutan tentang berpegang teguh kepada sunah di dalam khutbah ini terkesan aneh dan perlu ada tambahan (tentang berpegang teguh kepada sunah)]. [Disepakati oleh Dzahabil.
Thabarani, Abu Bakar Al-Khaffaf dalam Muam-nya, dan lbnu Najjar meriwayatkan beserta sanadnya dari lbnu ‘Abbas radhiyalláhu ‘anhumå, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallôhu alaihi wasallam menyampaikan khutbah kepada kami di Masjid Khaif (Mina).
Beliau memuji Allah dan menyebut-nyebut nama-Nya dengan pujian dan sebutan yang pantas untuk-Nya.






