Beliau pun membaca tahmid dan tsana’ kepada Allah dengan sebutan yang pantas bagi-Nya. Kemudian beliau bersabda, “Amma ba’du! Hadirin sekalian Sesungguhnya semua qisas dan diat pembunuhan yang terjadi pada zaman jahiliyah telah dihapuskan.” -Lalu perawi meneruskan hadisnya. Dalam riwayatnya itu disebutkan sabda beliau, “Hadirin sekalian! Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk disembah di negeri kalian (sampai) akhir zaman. Setan merasa cukup puas apabila kalian terjerumus dalam dosa-dosa yang dianggap remeh. Maka waspadalah terhadapnya atas agama kalian, dan janganlah kalian memuaskannya dengan melakukan dosa-dosa yang dianggap remeh.”
Bazzar juga menambahkan, “Hadirin sekalian! Sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kalian sesuatu yang apabila kalian berpegang padanya, niscaya kalian tidak akan tersesat, yaitu kitabullah. Maka amalkanlah ia!”
Pada bagian akhir dari hadis disebutkan sabda beliau, “Ingatlah! Hendaklah kalian yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Tidak ada nabi sesudah aku dan tidak ada umat sesudah kalian”
Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya, lalu bersabda, “Ya Allah, saksikanlah!” Hadis lbnu Umar ini disebutkan secara panjang lebar dalam kitab Al-Bidâyah (5/202).
Hadis Abu Hurrah Ar-Raqasyi, dari pamannya, diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Baghawi, Bawardi, dan Ibnu Mardawaih secara panjang lebar, -sebagaimana dalam kitab Kanzul-‘Ummâl (3/26).
Baihaqi meriwayatkan beserta sanadnya dari Jabir bin Abdullah radhiyallâhu ‘anhumå, ia berkata: Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menyampaikan khutbah perpisahan kepada kami di tengah hari pada hari Tasyriq.
Beliau bersabda, “Hadirin sekalian! Sesungguhnya Tuhan kalian satu, dan ayah kalian satu. Ingatlah! Tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang ajam, tidak ada keutamaan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada keutamaan bagi orang berkulit putih atas orang berkulit hitam, tidak ada pula keutamaan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah, kecuali dengan ketakwaan. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian. Ingatlah! Aku sudah menyampaikan bukan?”
Mereka berkata, “Benar, wahai Rasulullah!”
Beliau melanjutkan sabdanya, “Maka hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir!” (Baihaqi berkata, “Dalam sanadnya terdapat perawi yang tidak dikenali”). [Demikian dalam kitab At-Targhíb wat-Tarhib (4/392)].
lbnu Majah meriwayatkan beserta sanadnya (hal. 565) dari lbnu Mas’ud radhiyallôhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam berdiri diatas untanya yang terpotong ujung telinganya di Arafah, lalu bersabda, “Tahukah kalian hari apakah ini? Bulan apakah ini? Dan negeri apakah ini?”
Mereka berkata, “Ini tanah suci, bulan suci, dan hari yang suci.”
Beliau bersabda, “Ingatlah! Sesungguhnya (mengambil) harta kalian dan (menumpahkan) darah kalian adalah haram bagi sesama kalian, seperti keharamannya pada bulan ini, di negeri kalian ini, pada hari ini.






