Kemudian beliau bersabda, “Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tumpuan cita-citanya, niscaya Allah akan mengumpulkan urusannya yang tercerai-berai, meletakkan perasaan kaya diantara kedua matanya, dan dunia akan datang dalam keadaan hina kepadanya.
Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai tumpuan cita-citanya, niscaya Allah akan membiarkan urusannya tercerai-berai, menjadikan perasaan miskin di antara kedua matanya, dan ia hanya akan mendapatkan dunia sekadar yang telah ditetapkan untuknya.” [Demikian dalam kitab Kanzul- Ummâl (8/202)].
lbnu Najjar meriwayatkan beserta sanadnya dari lbnu Umar radhiyallâhu -anhumâ, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam menyampaikan khutbah kepada kami di masjid Khaif di Mina.
Beliau bersabda, “Semoga Allah membuat berseri-seri seseorang yang mendengar sabdaku, lalu menyampaikannya kepada saudaranya!
Ada tiga perilaku yang dapat menghilangkan penyakit hati seorang muslim: (1) ikhlas beramal karena Allah, (2) beriktikad baik terhadap para pemimpin, dan (3) tetap menyertai jamaah kaum muslimin, karena doa mereka meliputi mereka dari arah belakang.” [Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummâl (8/228)].
Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Jabir, lalu perawi melanjutkan hadisnya secara panjang lebar tentang tata cara berhaji.
Dalam riwayatnya itu disebutkan: Lalu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam melewati Muzdalifah menuju ‘Arafah, beliau mendapati sebuah kubah telah dipasang untuk beliau di Namirah.
Beliau pun singgah di sana. Lalu ketika matahari telah condong dari titik puncak langit, beliau menyuruh agar si Qashwa dipasangi pelana untuk bellau, Lalu beliau bergerak menuju ke perut lembah (Wadi Uranah).
Di sana beliau menyampaikan khutbah kepada orang-orang.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya,(menumpahkan) darah kalian dan (merampas) harta kalian adalah haram bagi sesama kalian, seperti keharamannya pada hari ini, di bulan ini, di negeri kalian ini.
Ingatlah! Semua aturan pada zaman jahiliyah telah terinjak di bawah kedua telapak kakiku.
Qisas dan diat atas pembunuhan pada masa jahiliyah juga dihapuskan.
Qisas dan diat yang pertama kali aku hapuskan dari hak kami adalah Qisas serta Diat atas terbunuhnya putra Rabi’ah bin Harits.






