1. Khutbah Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam tentang Dajjal yang Diriwayatkan Oleh lbnu Umar Radhiyallâhu ‘Anhumâ
AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Umar radhiyallóhu ‘anhumå, ia berkata: Suatu ketika kami berbincang-bincang tentang Haji Wada’, kami tidak mengetahui bahwa itu adalah perpisahan dari Rasulullah shallalláhu ‘alaihi wasallam.
Ketika Haji Wada’ berlangsung, Rasulullah shallaláhu ‘alaihi wasallam menyampaikan khutbah.
Beliau pun menceritakan tentang Al-Masih Dajjal secara panjang lebar.
Kemudian beliau bersabda, “Setiap kali Allah tabáraka wata álâ mengutus seorang nabi, pasti nabi itu memperingatkan umatnya perihal
Dajjal.
Sungguh, Nuh telah memperingatkan kaumnya tentang Dajal, demikian pula para nabi setelahnya ‘alaihimush-shalâtu was-salâm.
Ingatlah! Apabila ada yang meragukan kalian tentang ciri-ciri Dajal, janganlah kalian merasa ragu bahwa sesungguhnya Tuhan kalian tabâraka wata’âlâ tidaklah buta sebelah matanya.”
[Haitsami (7/338) berkata: Para perawinya adalah perawi kitab Shahih. Dalam Kitab Shahih disebutkan sebagian darinya].
2. Khutbah Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam tentang Dajal yang Diriwayatkan Oleh Safinah Radhiyallâhu ‘Anhu
AHMAD dan Thabarani, dan lafal hadis ini menurut riwayatnya, meriwayatkan beserta sanadnya dari Safinah radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah menyampaikan khotbah kepada kami.
Beliau bersabda, “Sesungguhnya setiap nabi sebelumku pasti telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal.
Dajjal itu buta mata kirinya. Sedangkan di mata kanannya terdapat kutil yang tebal.
Diantara kedua matanya tertulis tulisan: káfir. Bersamanya ada dua buah lembah: Salah satunya adalah surga, sedangkan yang lain adalah neraka. Surganya adalah neraka, dan nerakanya adalah surga.
Bersamanya pula ada dua orang malaikat. Kedua malaikat itu menyerupai dua orang nabi. Salah seorang diantara mereka berada di sebelah kanannya, dan yang lain di sebelah kirinya.





