11 - ImanUpdate

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib

123
×

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib

Sebarkan artikel ini

Padahal dulu bila mataku sakit, aku biasa pergi menemui si Fulan Yahudi agar membacakan mantra untuk mataku. Apabila ia membacakan mantra, mataku terasa sejuk.”

Maka Abdullah berkata, “Itu berasal dari setan yang menusuk matamu dengan tangannya. Lalu, apabila si Yahudi itu membacakan mantra, setan menahan tangannya. Cukuplah kamu mengucapkan doa yang diucapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Tuhan yang menguasai manusia! Hilangkanlah penyakitnya. Sembuhkanlah ia. Engkaulah Sang Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu dengan kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.”

[(Demikian dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (2/494)].

3. Kisah Abdullah bin Rawahah Bersama Istrinya Radhiyallahu ‘Anhuma

DARAQUTHNI (hal. 44) meriwayatkan beserta sanadnya dari Ikrimah, ia berkata: Ketika Ibnu Rawahah radhiyallahu ‘anhu sedang berbaring di sisi istrinya, tiba-tiba ia menghampiri hamba wanita miliknya yang berada di dekat kamarnya. Lalu, ia menggaulinya.

Kemudian, istrinya terjaga dan tidak mendapati suaminya di tempat tidurnya. Maka ia pun bergegas keluar dan melihat suaminya berada di atas tubuh hamba wanita miliknya.

Ia pun kembali ke kamar, mengambil sebilah golok, kemudian keluar lagi. Ketika itu, ibnu Rawahah telah selesai menunaikan keperluannya dengan hamba wanitanya, lalu ia pun meninggalkannya.

Maka ia bertemu dengan istrinya yang membawa golok. la pun bertanya, “Ada apa?”

Istrinya menyahut, “Ada apa katamu? Seandainya aku mendapatimu di tempat ketika aku tadi melihatmu, tentu aku pukul tengkukmu dengan golok ini.”

Ibnu Rawahah bertanya, “Di mana kamu tadi melihatku?”

Istrinya menyahut, “Aku melihatmu di atas tubuh hamba wanita.”

Ibnu Rawahah berkata, “Persangkaanmu itu tidak benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang seorang di antara kami membaca Alquran ketika ia junub.”

Istrinya berkata, “Kalau begitu bacalah (Alquran).”

Lalu Ibnu Rawahah membaca:

“Rasulullah datang kepada kami membaca kitab suciNya
Sebagaimana fajar yang terang menyingsing di pagi hari
la datang memberi petunjuk setelah sesat dari jalanNya
Hati kami pun yakin apa yang dia sabdakan pasti terjadi
Melewati malam jauhkah lambung dari tempat tidurnya
Tatkala orang-orang musyrik tertidur pulas hingga pagi”

error: Allahu Akbar