1 - DakwahUpdate

Nabi saw. Dakwah Kalimat Tauhid Kepada Abu Thalib Menjelang Kematiannya (2)

1279
×

Nabi saw. Dakwah Kalimat Tauhid Kepada Abu Thalib Menjelang Kematiannya (2)

Sebarkan artikel ini

MENURUT riwayat Bukhari dari Ibnul-Musayyab dari ayahnya disebutkan bahwa menjelang kematian Abu Thalib, Nabi saw. datang menemuinya, sedangkan ketika itu ada Abu Jahal bersamanya.

Lalu Nabi saw. berkata: “Wahai paman! ucapkanlah; Laa ilaha illallah, sebuah kalimat yang dengannya aku akan membelamu di sisi Allah.”

Lalu Abu Jahal dan Abdullah bin Umayyah berkata: “Wahai Abu Thalib! Apakah Kamu tidak suka dengan agama Abdul-Muthalib?”

Mereka berdua terus berbicara kepadanya sehingga kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Abu Thalib adalah, “Aku mengikuti agama Abdul-Muthalib.”

Maka Nabi saw. bersabda: “Sungguh, aku akan memohonkan ampunan untukmu selagi tidak dilarang.”

Lalu turunlah ayat: “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahanam.” (QS. At-Taubah : 113).

Dan turunlah ayat: “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qashas : 56). Diriwayatkan pula oleh Muslim.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula beserta sanadnya dari jalur sanad yang lain dari Musayyab dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Dalam riwayat tersebut ia berkata; Maka Nabi saw. menawarkan kalimat itu kepada Abu Thalib. Sedangkan Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah mengulang-ulang perkataan mereka, sehingga kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Abu Thalib adalah: “Aku mengikuti agama Abdul-Muthalib.” Ia pun menolak untuk mengucapkan Laa ilaha illallah.

Maka Nabi saw. bersabda: “Sungguh aku akan memohonkan ampunan untukmu selagi tidak dilarang.”

error: Allahu Akbar