Maka setelah itu, Allah menurunkan wahyu-Nya. Lalu perawi menyebutkan dua ayat diatas.
Demikian ini pula Imam Ahmad, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., ia berkata; Ketika Abu Thalib menghadapi saat kematiannya, Nabi saw. datang kepadanya, lalu berkata: “Wahai pamanku! Ucapkanlah; Laa ilaha illallah, niscaya dengan kalimat itu kelak aku akan bersaksi untukmu pada hari kiamat.”
Lalu Abu Thalib berkata: “Seandainya bukan karena rasa khawatir bahwa orang-orang Quraisy akan mencelaku dengan berkata, ‘Abu Thalib mengucapkan kalimat itu hanyalah karena takut mati,’ niscaya aku telah menuruti permintaanmu untuk membuatmu senang. Dan aku tidak mau mengucapkannya kecuali sekedar untuk membuatmu senang.”
Lalu Allah swt. menurunkan ayat : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qashas : 56)
[Demikian dalam kitab Al-Bidayah wan-Nihayah (3/124)]






