Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Kamu berkata benar.”
(Haitsami (6/174) berkata: Dalam sanadnya terdapat Musa bin ‘Ubaidah, seorang rawi yang dha’if).
2. Peristiwa yang Terjadi Antara Umar dan Abbas Radhiyallahu ‘anhuma Mengenai Hal Ini
IBNU Mardawaih dan al-Hakim meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Pada peristiwa perang Badar, ketika para tawanan ditawan, Abbas radhiyallahu ‘anhu termasuk di antara orang yang ditawan itu, la ditawan oleh salah seorang sahabat Ansar.
Orang-orang Ansar lainnya telah mengancam akan membunuhnya.
Akhirnya, kabar tersebut sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda, “Aku tidak tidur malam ini, karena terpikir pamanku Abbas. Orang-orang Ansar berencana untuk membunuhnya.”
Umar berkata, “Lalu, apakah sebaiknya aku mendatangi mereka?”
Beliau menjawab, “Ya.”
Kemudian, Umar datang kepada orang-orang Ansar dan berkata kepada mereka, “Lepaskanlah Abbas.”
Mereka berkata, “Tidak. Demi Allah, kami tidak akan melepaskannya.”
Lalu, Umar berkata kepada mereka, “Bagaimana jika Rasulullah menginginkannya?”




