9 - CintaUpdate

Pengagungan dan Penghormatan Sahabat kepada Nabi SAW sangat Mengagumkan, bahkan Diakui Musuh-Musuhnya

216
×

Pengagungan dan Penghormatan Sahabat kepada Nabi SAW sangat Mengagumkan, bahkan Diakui Musuh-Musuhnya

Sebarkan artikel ini

(Demikian dalam kitab Tarjumônus-Sunnah (1/370)).

4. Para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum Mencari Keberkahan Dengan Tetesan Air Wudu dan Riak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dari Zuhri, ia berkata: Aku diberitahu oleh salah seorang sahabat Ansar yang tidak aku curigai bahwa apabila Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam berwudu atau beriak, maka para sahabat saling berebut untuk mendapatkan riak beliau.

Lalu, mereka mengusapkannya pada wajah dan kulit mereka.

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Mengapa kalian melakukan ini?”

Mereka menjawab, “Kami hendak mencari keberkahan dengannya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa ingin dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka hendaklah ia berkata benar, menunaikan amanah, dan tidak menyakiti tetangganya.” (Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummål (8/228)).

5. Perkataan ‘Urwah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Penghormatan Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

TELAH disebutkan sebelumnya (Jilid 1) pada bab Perjanjian Damai Hudaibiyah, menurut riwayat Bukhari dan yang lainnya dari Miswar bin Makramah dan Marwan: Kemudian ‘Urwah memerhatikan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan saksama.

la berkata, “Demi Allah, setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beriak, maka riak yang beliau keluarkan pasti jatuh di telapak tangan salah seorang di antara mereka. Lalu, ia menggosokkannya pada wajah dan kulitnya.

Apabila beliau memerintahkan sesuatu, mereka saling berebut untuk melaksanakan perintahnya. Apabila beliau berwudu, mereka nyaris berkelahi untuk mendapatkan tetesan air wudu beliau.

Apabila beliau berdialog dengan mereka, mereka merendahkan suara mereka di hadapan beliau. Mereka tidak memandangnya dengan pandangan tajam karena takzim mereka kepadanya

Lalu, Urwah kembali kepada sahabat-sahabatnya dan berkata, “Kaum yang mana, demi Allah!Sungguh aku telah datang sebagai utusan kepada para raja, aku telah datang sebagai utusan kepada Kaisar, Kisra dan Najasyi.

error: Allahu Akbar