Demi Allah, sungguh, aku tidak melihat seorang raja pun yang diagungkan oleh rakyatnya sebagaimana para sahabat Muhammad mengagungkan Muhammad.”
6. Hadis Abdurrahman bin Harits Bahwa Para Sahabat Mencari Keberkahan Dengan Air Wudu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasollam
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdurrahman bin Harits bin Abu Qurad as-Sulami radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau meminta agar diambilkan air wudu,
Lalu, beliau mencelupkan tangannya dan berwudu. Kami pun mencari-cari tetesan airnya, lalu kami meminumnya.
Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apa yang mendorong kalian untuk melakukannya?”
Kami menjawab, “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Beliau bersabda, “Jika kalian ingin dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, tunaikanlah amanah apabila kalian dipercaya, jujurlah apabila kalian berbicara, dan jagalah hubungan baik dengan tetangga.”
(Haitsami (8/271) berkata: Dalam sanadnya terdapat ‘Ubaid bin Waqid al-Qaisi, seorang rawi yang dha’if).
7. Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘Anhu Meminum Darah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
ABU YA’LA dan Baihaqi dalam kitab Dala’ilun-Nubuwwah meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Amir bin Abdullah bin Zubair radhiyallahu ‘anhumo, bahwa ayahnya bertutur kepadanya, bahwasanya la pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang berbekam.
Setelah selesai, beliau bersabda, “Wahal, Abdullah! Bawa darah ini pergi, lalu tumpahkanlah di tempat sekira tidak ada seorang pun yang melihatmu.”
Setelah meninggalkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, la sengaja meminum darah itu.
Ketika kembali beliau bertanya, “Wahal, Abdullah! Apa yang kamu berbuat dengan darah itu?”
la menjawab, “Saya telah menaruhnya di tempat yang paling tersembunyi. Saya tahu bahwa tempat itu tersembunyi dari semua orang.”
Beliau bertanya, “Mungkin kamu meminumnya?”
la menjawab, “Ya.”






