Maka Rasulullah SAW. bersabda, “Wahai paman, seandainya matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan ditangan kiriku, aku tetap tidak akan meninggalkan urusan (dakwah) ini hingga Allah menjadikan agama ini unggul atau aku akan binasa dalam memperjuangkannya.”
Kemudian air mata Rasulullah SAW. berlinang dan menangis. Ketika beliau hendak pergi, sementara Abu Thalib melihat keteguhan hati Rasulullah SAW. dalam urusan dakwah, ia pun memanggil beliau, “Hai keponakanku!”
Maka beliau menghadap ke arah Abu Thalib.
Lalu Abu Thalib berkata, “Teruslah kamu menjalankan urusan dakwahmu! Lakukanlah apa yang kamu inginkan! Demi Allah! Aku tidak akan menyerahkanmu kepada siapa pun selamanya.”
[Demikian dalam kitab Al-Bidâyah Wan-Nihâyah (3/42)].






