IBNU ISHAK meriwayatkan beserta sanadnya dari Asma’ radhiyallahu ‘anhâ, ia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat hijrah dengan ditemani Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, Abu Bakar membawa semua hartanya sebanyak lima ribu (5.000) atau enam ribu (6.000) dirham sebagai bekal dalam hijrah.
Lanjut Asma’ radhiyallahu ‘anhâ: Kemudian, datanglah kakekku Abu Quhafah radhiyallahu ‘anhu yang telah kehilangan penglihatannya.
Ia berkata, “Demi Allah! Aku mengira pasti Abu Bakar telah menyusahkan kalian dengan membawa pergi semua hartanya.”
Aku berkata, “Tidak demikian, kakek! la telah meninggalkan untuk kami harta yang banyak.”
Aku pun mengambil beberapa batu kerikil, lalu aku meletakkannya pada lobang dinding di rumah, tempat ayahku biasa menyimpan uangnya.
Kemudian, aku tutupkan sehelai kain di atasnya. Lalu aku memegang tangan kakekku seraya berkata, “Wahai, kakek! Letakkanlah tanganmu pada harta ini.”
Asma’ radhiyallahu ‘anhâ melanjutkan: Kakekku meletakkan tangannya pada kain tersebut, lalu berkata, “Kalau begitu tidak mengapa, karena ia telah meninggalkan ini untuk kalian. Ia telah berbuat baik. Ini cukup untuk bekal hidup kalian.”
Padahal -demi Allah!- ayahku tidak meninggalkan uang sedikitpun untuk kami, namun aku hanya ingin menenangkan hati kakekku yang sudah tua dengan cara seperti itu.
[Demikian dalam kitab Al-Bidayah (3/179)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Imam Ahmad dan Thabarani dengan lafal yang sebagian besarnya sama.
[Haitsami (6/59) berkata: Para rawi Ahmad adalah perawi Kitab Shahih selain Ibnu Ishak, namun ia telah menyatakan dengan jelas bahwa ia mendengar hadis ini dari gurunya].
Telah disebutkan pula sebelumnya (pada bab VII) bahwa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu telah mengorbankan seluruh hartanya sebanyak empat ribu (4.000) dirham dalam perang Tabuk.






