6 - JihadUpdate

Perhatian Nabi SAW. Terhadap Pemberangkatan Pasukan Usamah, Menjelang Wafat Beliau

1249
×

Perhatian Nabi SAW. Terhadap Pemberangkatan Pasukan Usamah, Menjelang Wafat Beliau

Sebarkan artikel ini

Maka Rasulullah SAW. menjadi sangat marah. Ketika itu beliau telah mengikatkan kain di kepalanya (karena sakit) dan mengenakan kain berbulu. Beliau naik ke atas mimbar, memuji Allah dengan hamd dan tsand bagi-Nya, kemudian bersabda, “Hadirin sekalian! Apa maksud ucapan seseorang yang telah aku dengar mengenai pengangkatan Usamah sebagai komandan?

Demi Allah! Jika kalian merasa keberatan ketika aku menunjuk Usamah sebagai komandan, berarti kalian juga merasa keberatan ketika aku menunjuk ayahnya (Zaid bin Haritsah) sebagai komandan sebelumnya.

Demi Allah! Zaid pantas menjadi komandan, dan sepeninggalnya, anaknya juga pantas untuk menjadi komandan. Zaid adalah orang yang paling aku cintai, dan anak muda ini (Usamah) juga termasuk orang yang paling aku cintai. Mereka berdua pantas untuk setiap kebaikan. Aku berpesan kepada kalian agar bersikap baik terhadap Usamah, karena ia termasuk orang-orang yang terbaik dari kalangan kalian.

Kemudian beliau turun dari mimbar dan masuk lagi ke kamarnya. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 10 Rabi’ul-Awwal (tahun 10 Hijriyah.). Kaum muslimin yang akan berangkat bersama Usamah RA. berdatangan untuk mengucapkan kata-kata perpisahan kepada Rasulullah SAW.

Diantara mereka ada Umar bin Khattab RA. Ketika itu, Rasulullah SAW. berpesan, “Berangkatkanlah pasukan Usamah.”

Ummu Aiman RHa. (ibu kandung Usamah bin Zaid RA) datang menemui Rasulullah SAW., lalu berkata, “Wahai Rasulullah! Alangkah baiknya jika engkau biarkan Usamah singgah di kampnya (di Jurf) sampai kesehatanmu membaik, karena jika Usamah tetap berangkat dalam keadaan seperti ini, ia tidak akan mampu mengurusi l dirinya sendiri sekalipun (karena memikirkan keadaanmu).

Namun Rasulullah SAW. bersabda, “Berangkatkanlah pasukan Usamah.”

Akhirnya kaum muslimin berangkat menuju kamp dan bermalam sepanjang malam Ahad di sana. Kemudian pada Ahad paginya, Usamah datang kembali ke Madinah (untuk menjenguk Rasulullah SAW).

Ketika itu, Rasulullah SAW. sudah sakit keras dan tidak sadarkan diri. Pada hari itulah Rasulullah SAW. diberi obat melalui sisi mulut beliau.

Usamah pun masuk untuk menjenguk Rasulullah SAW., sedangkan kedua matanya berlinang air mata. Di sisi beliau, ‘Abbas dan istri-istri beliau berada di sekelilingnya.

Usamah menundukkan kepalanya untuk mencium Rasulullah SAW. Sementara Rasulullah SAW. tidak mampu berbicara. Beliau mengangkat kedua tangannya ke arah langit, lalu menempelkannya pada tubuh Usamah.

error: Allahu Akbar