Jangan takut akan dibiarkan miskin oleh Sang Pemilik Arasy (Allah ta’ala).”
Diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul-Auliya’ (1/149) dari Abdullah dengan lafal yang sebagian besarnya sama.
Diriwayatkan pula oleh Abu Ya’la dan Thabarani dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama, sebagaimana dalam kitab at-Targhib wat-Tarhib (2/174).
ABU YA’LA meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan hadiah berupa tiga ekor burung.
Beliau memberikan seekor kepada pembantuya untuk ia makan.
Keesokan harinya, pembantu itu datang menemui Rasulullah shallalahu alaih wasalam dengan membawa masakan burung tersebut lalu, beliau bersabda, “Bukankah aku telah melarangmu menyimpan sesuatu untuk esok hari?
Allah ta ‘ala akan memberikan rezeki pada setiap hari yang akan datang.”
[Haitsami (10/241) berkata: Para rawinya tsiqah].
AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Abul bakhtari dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada orang banyak, “Bagaimana menurut kalian mengenai sisa harta yang masih ada pada kita setelah dibagikan kepada kaum muslimin?”
Orang-orang berkata, “Wahai, Amirul mukminin! Kami telah menyibukkanmu dari urusan keluarga, mata pencarian, dan perdaganganmu. Biarlah harta ini menjadi milikmu.”
Umar radhiyallâhu ‘anhu bertanya kepadaku (Ali radhiyallahu ‘anhu), “Apakah pendapatmu?”
Aku menjawab, “orang-orang telah menyampaikan pendapat mereka kepadamu.”
Umar berkata kepadaku, “Katakanlah pendapatmu!”
Aku menjawab, “Mengapa engkau menjadikan keyakinanmu sebagai sangkaan?”
la.berkata, “Kamu harus memberikan dalil atas ucapanmu itu.”
Aku menjawab, “Baiklah, demi Allah! Saya akan memberikan dalilnya.
Masih ingatkah engkau ketika Nabiyyullah shallallôhu ‘alaihi wasallam telah menugaskanmu sebagai pemungut zakat.
Engkau menemui Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallâhu ‘anhu, tetapi ia tidak mau memberikan zakatnya kepadamu.
Lalu, terjadilah perselisihan diantara kalian, maka engkau pun berkata kepadaku, ‘Mari ikuti aku menemui Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam untuk memberi tahu beliau apa yang dilakukan oleh Abbas’ Kita pun pergi menemui Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, dan kita mendapati beliau sedang tidak enak badan, akhirnya kita pun pulang.
Keesokan harinya kita menemui beliau lagi, dan kita dapați beliau sedang enak badan.






