4. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Mengenai Keutamaan Orang Alim Terhadap Abid
TIRMIDZI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata: Suatu ketika diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang dua orang: Salah seorang di antara mereka abid dan yang lain orang alim.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Keutamaan orang alim terhadap abid seperti keutamaanku terhadap orang yang paling rendah di antara kalian.”
Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya, Allah mencurahkan rahmatNya, dan malaikat-malaikat Nya serta penduduk langit dan bumi, bahkan semut di lubangnya dan juga ikan memohonkan ampunan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.”
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Darimi dari Makhul secara mursal, tanpa menyebutkan dua orang laki-laki. Dan beliau bersabda, “Keutamaan orang alim terhadap abid seperti keutamaanku terhadap orang yang paling rendah diantara kalian.”
Kemudian, beliau membaca ayat ini: “Sesungguhnya, yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama.” (QS. Fathir: 28).
Lalu, Makhul meneruskan hadis tersebut hingga selesai.
Darimi juga meriwayatkan beserta sanadnya dari Hasan secara mursal, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang dua orang laki-laki di kalangan bani Israil.
Salah seorang di antara mereka adalah orang alim. la mengerjakan salat fardu, kemudian duduk mengajarkan kebaikan kepada orang-orang.
Sedangkan yang lain berpuasa sepanjang hari dan mengerjakan salat sepanjang malam. Siapakah di antara mereka yang lebih utama?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Keutamaan orang alim yang salat fardu, kemudian duduk mengajarkan kebaikan kepada orang-orang itu, dibanding abid yang berpuasa sepanjang hari dan mengerjakan salat sepanjang malam adalah seperti keutamaanku terhadap orang yang paling rendah di antara kalian.” [Demikian dalam kitab Misykâtul-Mashâbîh (26, 28)].






