10 - AkhlakUpdate

Tentang Akhlak dan Tabiat Para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

90
×

Tentang Akhlak dan Tabiat Para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Sebarkan artikel ini

1. Perkataan Ibnu Umar Mengenai Abu Bakar, Utsman dan Abu ‘Ubaidah Radhiyallahu ‘Anhum

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya’ (1/56) dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Ada tiga orang dari kalangan kabilah Quraisy yang paling tampan wajahnya, paling baik akhlaknya, dan paling tinggi rasa malunya.

Jika berbicara kepadamu, mereka tidak membohongimu dan jika kamu memberitahu sesuatu kepada mereka, mereka tidak akan menganggapmu bohong.

Yaitu: Abu Bakar Shiddiq, Utsman bin ‘Affan, dan Abu ‘Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhum.

Menurut riwayat Thabarani dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Ada tiga orang dari kalangan kabilah Quraisy yang paling tampan wajahnya, paling baik akhlaknya, dan paling tinggi rasa malunya. Yaitu: Abu Bakar, Utsman, dan Abu ‘Ubaidah.

(Demikian dalam kitab Al-Ishabah (2/253). Ibnu Hajar berkata: Dalam sanadnya terdapat ibnu Lahi’ah).

2. Kesaksian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Akan Kebaikan Akhlak Abu ‘Ubaidah Radhiyallahu ‘Anhu

YAQUB BIN SUFYAN meriwayatkan beserta sanadnya dari Hasan radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap orang dari sahabat-sahabatku, pasti -seandainya aku mau- dapat aku ambil tindakan hukuman) terhadap satu sisi akhlaknya, kecuali Abu ‘Ubaidah bin Jarrah.”
(Demikian dalam kitab al-Ishabah (2/253), ibnu Hajar berkata: Hadis ini mursal, dan para perawinya tsiqah).

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh al-Hakim dari Hasan dengan lafal yang sebagian besarnya sama, dan berkata: Hadis ini mursal ghorib, dan para perawinya tsiqah.

3. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Mengenal Utsman, “Dia Adalah Sahabatku yang Paling Mirip Akhlaknya Denganku.”

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdurrahman bin Utsman al Qurasyi radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menemui putrinya ketika sedang membasuh kepala Utsman radhiyallahu ‘anhu.