TIRMIDZI meriwayatkan beserta sanadnya dari Umar radhiyallâhu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam, lalu meminta sesuatu kepada beliau.
Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda, “Aku tidak mempunyai sesuatu pun untuk diberikan kepadamu, tetapi kamu belilah sesuatu dengan jaminanku.
Nanti jika ada rezeki datang kepadaku, aku akan melunasinya.”
Umar radhiyallâhu ‘anhu berkata, “Wahai, Rasulullah! Engkau telah memberinya. Allah tidak membebanimu sesuatu di luar kemampuanmu!”
Nabi shallallâhu alaihi wasallam merasa tidak senang dengan perkataan Umar radhiyallâhu ‘anhu itu, lalu seorang sahabat Ansar berkata, “Wahai, Rasulullah! Teruslah berinfak, dan jangan takut akan dibiarkan miskin oleh Sang Pemilik Arasy (Allah ta’âlâ),”
Mendengar kata-kata sahabat Ansar itu, Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam pun tersenyum (dan senyuman beliau tampak nyata di wajahnya) seraya bersabda, “Inilah yang telah diperintahkan kepadaku.”
[Demikian dalam kitab al-Bidâyah (6/56)]
Diriwayatkan juga beserta sanadnya oleh Bazar, Ibnu Jarir, Khara’ithi dalam Kitab Makârimul-Akhlâg, dan oleh Sa’id bin Manshur, sebagaimana dalam kitab Kanzul-‘Ummôl (4/42).
Haltsami (10/242) berkata: Diriwayatkan oleh Bazar, dan dalam sanadnya ada Ishak bin Ibrahim al-Hunaini yang dinyatakan dhaif oleh jumhur, dan dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban dan mengatakan: la kadang-kadang salah dalam periwayatannya.
IBNU JARIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta sesuatu kepadanya, lalu beliau memberinya.
Kemudian, orang itu datang lagi meminta sesuatu kepada beliau, lalu beliau pun berjanji akan memberinya.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berdiri dan berkata, “Wahai, Rasulullah! Engkau dimintai lalu memberi, kemudian dimintai lagi lalu engkau memberi lagi, kemudian dimintai lagi lalu engkau memberi janji, kemudian dimintai lagi lalu engkau pun memberi janji.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terlihat seperti tidak suka dengan perkataan Umar tersebut.
Lalu, berdirilah Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi radhiyallahu ‘anhu dan berkata, “Teruslah berinfak, wahai Rasulullah! Jangan takut akan dibiarkan miskin oleh Sang Pemilik Arasy (Allah ta’ala).”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Itulah yang telah diperintahkan kepadaku.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummál (3/311)].
BAZZAR dengan sanad hasan (dan Thabarani) meriwayatkan beserta sanadnya dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, katanya: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemui Bilal radhiyallahu ‘anhu, dan ketika itu di depannya terdapat seonggok kurma.
Beliau bertanya, “Apakah ini, Bilal?”
Bilal radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Saya menyediakannya untuk tamu engkau.”
Beliau bersabda, “Tidakkah kamu takut terkena asap neraka jahanam? Teruslah berinfak, Bilal!






