10 - AkhlakUpdate

Begini Sikap Santun dan Toleran Nabi SAW (2)

66
×

Begini Sikap Santun dan Toleran Nabi SAW (2)

Sebarkan artikel ini

5. Sikap Santun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terhadap Seorang Wanita Yahudi yang Telah Menghidangkan Daging Kambing Beracun Kepada Beliau

BUKHARI dan Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang wanita yahudi datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa daging kambing beracun. Lalu, beliau makan daging tersebut.

Kemudian, wanita itu dibawa menghadap kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau bertanya kepadanya tentang hal itu. la berkata, “Aku ingin membunuhmu.”

Lalu, beliau bersabda, “Allah tidak akan memberi kuasa kepadamu terhadapku.” (beliau bersabda: Untuk
membunuhku).

Mereka berkata, “Tidakkah sebaiknya engkau bunuh dia?”

Beliau bersabda, “Tidak.”

Anas berkata: Aku masih teringat (bekas racun itu) di langit-langit mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Menurut riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang wanita Yahudi memberikan hadiah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berupa daging kambing beracun.

Lalu, beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Berhentilah memakannya! Karena daging itu beracun!”

Beliau bertanya kepadanya, “Apa yang mendorongmu untuk berbuat seperti itu?”

Wanita itu berkata, “Aku ingin mengetahui apakah benar kamu Nabi. Jika benar, maka Allah akan memberitahukan kepadamu mengenainya, dan jika kamu dusta, aku ingin membebaskan orang-orang dari ulahmu.”

Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menghukumnya.

Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud-dengan lafal yang sebagian besarnya sama-, Ahmad dan Bukhari dari Abu Hurairah secara panjang lebar.

Menurut riwayat Ahmad dari ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumâ sebagian besar lafalnya sama dengan hadis Abu Hurairah pada riwayat Baihaqi, dengan tambahan: Abu Hurairah berkata: Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merasakan sedikit pengaruh racun tersebut, beliau berbekam.