10 - Akhlak

Begini Sikap Santun dan Toleran Nabi SAW (2)

57
×

Begini Sikap Santun dan Toleran Nabi SAW (2)

Sebarkan artikel ini

7. Sikap Santun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Terhadap Sekelompok Orang dari Kabilah Quraisy yang Ingin Berkhianat Pada Hari Perjanjian Hudaibiyah

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ketika terjadi hari perjanjian Hudaibiyah, turunlah delapan puluh orang dari penduduk Makah menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya dengan membawa senjata dari arah gunung Tan’im hendak menyerang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara tiba-tiba.

Maka beliau berdoa kepada Allah agar membereskan mereka. Akhirnya, mereka pun berhasil diringkus. -‘Affan (salah seorang rawi) berkata: Lalu, beliau memaafkan mereka- maka turunlah ayat “Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Fath: 24).

Diriwayatkan pula oleh Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i. Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ahmad dan Nasa’i dari hadis riwayat Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu secara panjang lebar.

Di dalamnya disebutkan: Kemudian, ketika kami dalam keadaan demikian, tiba-tiba keluarlah tiga puluh pemuda dengan senjata mereka menuju ke arah kami.

Lalu, mereka bergerak ke hadapan kami hendak menyerang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berdoa kepada Allah untuk membereskan mereka.

Maka Allah ta’âlâ mencabut pendengaran mereka, lalu kami pun bergerak menghampiri mereka serta menangkap mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Apakah kalian datang atas perjanjian dengan seseorang?”

-atau, “Apakah seseorang yang menjamin keamanan untuk kalian?”

– Merekapun menjawab, “Tidak.”

Maka beliau melepaskan mereka. Lalu Allah ta’âlâ menurunkan ayat: “Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah koto Makah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat
apa yang kamu kerjakan.”
(QS. al-Fath: 24).

[Demikian dalam kitab Tafsir ibnu Katsir (4/192)].

8. Sikap Santun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Terhadap Kabilah Daus

BUKHARI dan Muslim meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Thufail bin ‘Amr ad-Dausi radhiyallahu ‘anhu datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ia berkata, “Kabilah Daus telah membangkang dan menolak (dakwah), maka berdoalah kepada Allah agar membinasakan mereka.”

Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat dan menengadahkan kedua tangannya. Orang-orang pun berkata, “Binasalah mereka.”

Lalu, beliau berdoa, “Ya, Allah. Berikanlah hidayah kepada kabilah Daus dan datangkanlah mereka! Ya, Allah.

Berikanlah hidayah kepada kabilah Daus, dan datangkanlah mereka! Ya, Allah. Berikanlah hidayah kepada kabilah Daus, dan datangkanlah mereka!”

Sikap Santun Para Sahabat Nabi SAW.

ABDUL GHANIY bin Sa’id meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Idhahul-Isykal dari Abuz-Za’ra’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya, aku, istri-istriku yang suci, dan sanak keluargaku yang taat adalah orang-orang yang paling santun sewaktu muda dan orang-orang yang paling luas ilmunya ketika dewasa.

Dengan sebab kami Allah memusnahkan kedustaan, dengan sebab kami Allah mematahkan taring-taring serigala yang terkena rabies (penyakit anjing gila), dengan sebab kami Allah membebaskan hak-hak kalian yang dirampas dan melepaskan belenggu dari leher kalian, dan dengan sebab kami pula Allah membuka dan mengakhiri.”

[Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummal (5/50)].

error: Content is protected !!