10 - Akhlak

Begini Sikap Santun dan Toleran Nabi SAW (2)

57
×

Begini Sikap Santun dan Toleran Nabi SAW (2)

Sebarkan artikel ini

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam pun mengirim utusan untuk memanggil perempuan itu.

Kemudian, beliau bertanya kepadanya, “Apakah kamu meracuni daging kambing ini?”

Wanita Yahudi itu berkata, “Siapa yang memberitahumu?”

Beliau berkata, “Aku diberitahu oleh daging yang ada di tanganku ini.”-yaitu kaki depan kambing tersebut ia menjawab, “Ya.”

Beliau bertanya, “Apa yang kamu inginkan dengan hal itu?”

la menjawab, “Aku berpendapat: Jika benar kamu Nabi, maka tidak akan membawa mudarat kapadamu. Namun, jika kamu bukan Nabi, kami akan terbebas dari ulahmu.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memaafkannya dan tidak menghukumnya. Sebagian sahabat beliau yang makan daging kambing tersebut ada yang meninggal.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam pada bagian atas punggungnya karena telah makan daging kambing tersebut. Beliau dibekam oleh Abu Hindun radhiyallahu ‘anhu dengan sebuah tanduk dan sebilah pisau. la adalah bekas budak Bani Bayadhah dari kalangan orang-orang Ansar.

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Abu Dawud dari Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama dengan hadis Jabir.

Dalam hadis itu disebutkan: Bisyr bin Bara’ bin Ma’rur radhiyallahu ‘anhuma meninggal. Lalu perawi melanjutkan riwayatnya. Dalam riwayat itu disebutkan: Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar wanita yahudi itu dibunuh, lalu ia pun dibunuh.

Menurut riwayat ibnu Ishaq dari Marwan bin Utsman bin Abu Sa’id bin Mu’alla radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika sakit yang menyebabkan wafatnya dan ketika itu saudara perempuan Bisyr bin Bara’ bin Ma’rur mengunjungi beliau-, “Hai, Ummu Bisyr, saat ini aku merasakan urat nadiku seakan putus karena makan daging yang aku makan bersama saudaramu di Khaibar.”

-Ibnu Hisyam berkata: Kata al-abhar (dalam hadis tersebut yang berarti urat nadi) adalah pembuluh darah yang berhubungan dengan jantung-

Marwan berkata: Maka kaum muslimin berpendapat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat sebagai syahid di samping derajat nubuwwah yang telah Allah karuniakan kepadanya.

Demikian ini disebutkan pula oleh Musa bin ‘Uqbah dari Zuhri dari Jabir. (Dari kitab al-Bidayah (4/208) secara ringkas).

6. Sikap Santun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Terhadap Seseorang yang Ingin Membunuhnya

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Ja’dah bin Khalid bin Shimmah al-Jusyami radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seseorang yang gemuk, lalu beliau menunjuk ke arah perutnya dengan tangan beliau.

Lalu, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seandainya (makanan) ini diletakkan pada selain (perut) ini (yakni disedekahkan) tentu lebih baik bagimu.”

Ja’dah berkata: Dan seseorang dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu dilaporkan, “Orang ini ingin membunuh engkau.”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak perlu ditakutkan. Jika kamu ingin melakukannya, Allah tidak memberi kuasa kepadamu terhadapku.” [Khafaji (2/25) berkata: Diriwayatkan beserta sanadnya oleh Ahmad dan Thabarani dengan sanad yang sahih].

error: Content is protected !!